Rabu, 27 Oktober 21

Kekurangan Guru di SD Manasari

Kekurangan Guru di SD Manasari

Timika, Obsessionnews РKegiatan Belajar Mengajar  di SD YPPK Manasari berjalan lancar, ditengah keterbatasan guru aktivitas sekolah terus saja berlangsung di Gedung sekolah baru yang dibangun oleh Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK).

Kepala Sekolah YPPK Manasari, Emanuel Wolor mengatakan guru yang aktif di sekolah yang ia pimpinan hanya berjumlah tujuh orang, terdiri dari 1 guru PNS, 4 guru tenaga kontrak serta dua tenaga honorer. Sedangkan jumlah siswanya sebanyak 144 orang.

Dia menuturkan untuk mengisi kegiatan belajar mengajar pihaknya sangat membutuhkan tenaga guru tambahan supaya bisa melayani siswa sebanyak itu. Diakuinya minimnya tenaga guru disebabkan karena kurangnya minat orang.

“Itu masalahnya di situ, tapi kami tetap berjalan dengan kondisi yang ada, anak-anak kami melihat juga cukup baik,” ujar Emanuel saat menerima kunjungan Kepala Biro Humas LPMAK, Yeremias Imbiri, Rabu (25/3/2015).

SD Manasari terletak di distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika, Papua, Sekolah ini masih menggunakan sistem penilaian KTSP dengan mengutamakan pada pemberantasan 3 M yakni membaca, menulis dan menghitung.

Meski masih menggunakan sistem lama, Emanuel menyatakan siswanya siap menghadapi ujian akhir. Berbagai persiapan telah dilakukan, misalnya dengan mengadakan les setiap senin sampai kamis.

“Jadi selain pagi hari mereka belajar seperti biasa, kami juga adakan les tambahan pada sorenya,” katanya.

Guru-guru terus berupaya dengan perjuangan untuk bisa memberikan pelajaran kepada siswa-siswi meskipun butuh kesabaran untuk menghadapi karakter anak-anak yang berbeda-beda.

Belum lagi sebagian orang tua belum mendukung penuh pendidikan sehingga terkadang membawa anak pergi mencari ikan di laut, padahal sudah ada bangunan sekolah yang megah di daerahnya.

LPMAK telah membangun gedung sekolah baru yang dinamakan SD Manasari dengan jumlah ruangan 6 dilengkapi mebeler, rumah kepala sekolah dan guru, serta bantuan alat peraga untuk kebutuhan siswa.

“Harusnya orang tua punya kesadaran untuk menyekolahkan anaknya kalau LPMAK sudah punya peduli bangun sekolah ini,” tandasnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.