Selasa, 30 November 21

Kekayaan Tambang Kalimantan Picu Politisi PDI-P Terima Suap

Kekayaan Tambang Kalimantan Picu Politisi PDI-P Terima Suap

Jakarta, ‎Obsessionnews – Pelaksanaan Kongres IV Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tiba-tiba tercoreng oleh kadernya sendiri Adriansyah yang ditangkap oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis malam (9/4/2015), di sebuah hotel mewah di Bali.

Adriansyah adalah Anggota Komisi IV DPR RI yang ditangkap KPK lantaran diduga kuat telah menerima suap terkait perizinan tambang di Kalimantan. Bukan hal yang mustahil, ia sendiri terpilih menjadi anggota DPR dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan II.

Bahkan sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Bupati Tanah Laut Kalimantan Selatan, selama dua kali periode. Di daerah tersebut memang dikenal kaya dengan sumber daya alamnya terutama hasil tambang batu bara, maka tidak heran bagi kepala daerah yang tidak memiliki integritas bisa tergiur oleh uang suap.

“Ini diduga berkaitan dengan pemberian izin di sebuah lokasi di Kalimantan,” ujar pimpinan sementara KPK Johan Budi, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (10/4/2015).

Johan mengatakan, dalam penangkapan itu diduga kuat ada potensi korupsi terkait pemberian surat izin usaha pertambangan. Namun, untuk lebih detailnya ia mengaku belum mengatahui, lantaran masih menunggu hasil pemeriksaan.

“Belum bisa disebut detail. Ini kaitannya kepengurusan izin SIUP,” katanya.

Kini setelah lama meninggalkan jabatanya sebagai bupati, Adriansyah berencana melebarkan kiprah politiknya dengan mencalonkan diri sebagai Gubernur Kalimantan Selatan, banyaknya hasil tambang di daerah tersebut, mungkin menjadi pemicu dirinya ingin menjadi penguasa di Kalimantan Selatan.

Hal itu diakui oleh anggota DPR dari Fraksi Persatuan Pembangunan (PPP) Syaifullah Tamliha yang juga terpilih menjadi anggota dari daerah pemilihan yang sama dengan Adriansyah. Ia mengatakan, setelah Adriansyah sukses menjadi anggota dewan ia pernah dengar yang bersangkutan ingin maju menjadi Gubernur.

“Dia akan maju sebagai calon gubernur Kalimantan Selatan dan akan diusung dari PDI-P,” kata Tamliha di DPR Jumat.

Sebagai politisi senior di PDI-P, menurut Tamliha karier Adriansyah cukup bagus, ia berhasil mengangkat anaknya untuk mengantikan dirinya sebagai Bupati Tanah Laut. Untuk itu, ia dinilai memiliki modal yang kuat menjadi calon Gubernur di Kalimantan Selatan, terlebih namanya sudah cukup dikenal.

Pengakuan Tamliha itu dikuatkan oleh Ketua Komisi IV DPR  Edhy Prabowo. Ia menambahkan, Adriansyah kerap beberapa kali izin meninggalkan rapat, karena harus mengurusi pencalonannya sebagai gubernur.  “Pernah beliau izin ke Kalsel mengenai pilkada. Beliau katanya mau dicalonkan oleh partai,” ucap Edhy.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam operasi tangkap tangan tersebut, KPK berhasil menangkap tiga orang. Dua orang ditangkap di Bali, satu orang ditangkap di Jakarta di sebuah hotel kawasan Senayan.

Di Bali, KPK menangkap Adriansyah dan satu orang lagi berinisal AK. Sedangkan di Senayan KPK menangkap pengusaha berinisal AH. Dari penangkapan itu KPK juga telah mengamankan barang bukti berupa uang senilai Rp 517 juta, dalam bentuk pecahan dollar Singapura. (Albar) ‎

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.