Sabtu, 4 Desember 21

Kejutan! Yusril Terlempar dari Bacagub DKI

Kejutan! Yusril Terlempar dari Bacagub DKI
* Yusril Ihza Mahendra.

Jakarta, Obsessionnews.com – Banyak pihak yang menganggap munculnya Agus Harimurti Yudhoyono sebagai bakal calon gubernur (bacagub) yang diusung Koalisi Cikeas adalah kejutan dalam Pilkada DKI 2017. Putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu diusung sebagai bacagub oleh empat partai politik (parpol) yang tergabung dalam Koalisi Cikeas, yakni Partai Demokrat, PPP, PKB, dan PAN. Agus diduetkan dengan Sylviana Murni, Deputi Gubernur DKI bidang Kebudayaan dan Pariwisata. Deklarasi Agus –Sylviana dilakukan di kediaman SBY, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/9/2016) dini hari.

Muhammad AS Hikam.
Muhammad AS Hikam.

Tetapi, bagi pengamat politik Muhammad AS Hikam yang menjadi kejutan adalah terlemparnya Yusril Ihza Mahendra sebagai bacagub Koalisi Cikeas. Padahal pakar ilmu tata negara dan mantan menteri tiga kali tersebut merupakan sosok yang sudah tak diragukan lagi kapasitas, elektabilitas, maupun popularitasnya.

Mengapa hal ini bisa terjadi dalam perpolitikan Indonesia?

“Dalam proses pencalonan ini kepentingan parpol dan elite parpol lebih diutamakan ketimbang kepentingan yang lebih besar, yaitu rakyat DKI dan Indonesia,” kata Hikam seperti dikutip Obsessionnews.com dari tulisannya di blog The Hikam Forum, Jumat (23/9/2016).

Karena itulah, lanjutnya, walaupun publik sudah memberikan saran dan dukungan agar sosok seperti Yusril dan Rizal Ramli diusung sebagai penantang sang petahana, Ahok. Namun pada akhirnya yang  dipilih parpol-parpol tersebut adalah orang-orang yang sesuai dengan selera pribadi elite, termasuk keluarga sendiri!

Menurut Hikam, parpol-parpol tersebut sudah sangat tahu bahwa calon mereka tidak akan mampu mengimbangi kedigdayaan sang petahana. Tetapi, mereka tak akan peduli karena kekhawatiran bahwa mereka akan kehilangan kontrol dan tak akan diuntungkan secara pribadi dan kelompok.

“Maka jalan nepotisme pun menjadi jalan paling mudah dan aman ketimbang jalan meritokrasi. Padahal nalar yang  waras akan mengatakan tanpa pengalaman yang cukup dan dukungan publik yang kuat tidak mungkin orang akan berhasil menjadi alternatif pemimpin yang baik,” ujar mantan Menteri Riset dan Teknologi di era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini.

Hikam menilai publik Jakarta cukup nalar dan cerdas untuk memahami calon-calon yang  diusung parpol-parpol lawan petahan tersebut. Namun kekerdilan pribadi mereka mengalahkan pertimbangan nalar tersebut dan menganggap sepi aspirasi rakyat.

“Bisa jadi dalam pikiran elite parpol tersebut lebih baik kalah,  tetapi tetap memegang hegemoni partai ketimbang mendapatkan pemimpin yang aspiratif dan bermutu tetapi nanti tidak bisa mereka kendalikan!” tandasnya.

Keterkejutan dosen Universitas Presiden,Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, ini bukan karena gagalnya Yusril sebagai bacagub. Tetapi terutama karena rendahnya kualitas para pemimpin parpol itu.

Hikam menuturkan, mereka seharusnya sudah mampu melewati godaan ambisi karena pernah dan sedang berkuasa serta menduduki jabatan-jabatan tinggi di negeri ini. Nalar dan nurani yang sehat akan menyatakan bahwa mereka akan lebih mendahulukan kepentingan rakyat DKI, bangsa dan Negara RI dalam momentum kritikal seperti Pilkada ini.

“Oleh sebab itu, dengan terjadinya peristiwa ini saya menilai secara firm bahwa para elite “egoistik” tersebut kualitasnya hanyalah politisi biasa, bukan para negarawan. Lingkup pikiran dan visi mereka hanya sebatas lima tahunan, bukan masa depan bangsa dan negara Indonesia,” cetusnya.

Mantan peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini berpendapat  para pemimpin parpol tersebut akan sangat keliru jika mereka menganggap rakyat Indonesia bisa dikadali dengan segala retorika politik dan manipulasi citra terkait pencalonan tersebut. Cepat atau lambat, rakyat DKI, dan Indonesia umumnya, akan menunjukkan bahwa parpol tersebut tidak dikehendaki dan jika perlu ditinggalkan saja.

“Saat ini tingkat kepercayaan (trust) rakyat kepada parpol dan DPR/DPRD sudah berada pada level yang sangat rendah. Apalagi jika elite parpol tersebut tetap ‘semau gue’, dan cuek terhadap aspirasi rakyat!” pungkasnya.  (@arif_rhakim)

Baca Juga:

Belum Dihinggapi Dewi Fortuna, Yusril Minta Maaf pada Warga Jakarta

Koalisi Cikeas Resmi Usung Agus Yudhoyono – Sylviana

Agus Yudhoyono – Sylviana Jadi ‘Trending Topic’ di Twitter

Agus-Sylviana Hanya Muluskan Kemenangan Ahok

Demokrat Bantah Kemunculan Agus Berbau Konpirasi SBY

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.