Sabtu, 23 Oktober 21

Kejati Panggil Kadisbudpar Jateng Atas Kasus Bansos

Kejati Panggil Kadisbudpar Jateng Atas Kasus Bansos

Semarang, Obsessionnews -Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah memeriksa dua orang saksi atas kasus tindak pidana korupsi Pengelolaan dan Penyaluran Dana Bantuan Sosial Kemasyarakatan Provinsi Jateng TA 2011 dengan tersangka Agoes Soeranto.

Mereka adalah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Jawa Tengah, Dr. Prasetyo Aribowo dan pegawai BPD Bank Jateng, Andreas Budi Hartanto.

Keduanya diperiksa sebagai saksi terkait tersangka Agoes Soeranto atau Agus Kroto yang sebelumnya menjabat mantan Kabiro Keuangan Pemprov Jateng. “Pemeriksaan ini untuk melengkapi alat bukti dalam kasus dugaan korupsi bansos dengan tersangka Agoes Soeranto,” terang Kasi Penkum, Eko Suwarni, Selasa (4/8/2015).

Pemeriksaan atas kasus ini, lanjut Eko, terus dilanjutkan dan dikembangkan secara profesional oleh Kejaksaan. “Pemeriksaan kedua saksi tersebut dimulai dari jam 10.00-12.00,” imbuhnya lagi.

Seperti diketahui, penyidik telah menetapkan sejumlah tersangka lain dalam kasus yang menyedot perhatian publik ini. Enam aktivis mahasiswa, Kepala Biro Bina Sosial, Joko Mardiyanto selaku penasihat tim verifikasi serta Ketua Tim Verifikasi Bansos, Joko Suyanto yang merupakan mantan Kabag Kesra dan Bencana Alam Binsos Pemprov kini telah ditahan pihak Kejaksaan.

Dalam nota dinas yang ditujukan Biro Bina Sosial dijelaskan agar proposal yang telah diajukan segera diproses dan uang bisa segera dicairkan. Atas perintah itu, Kabinsos lantas tidak memverifikasi nota dinas namun langsung mencairkan saja.

Dampaknya, beberapa kelompok/LSM mengatasnamakan sejumlah pihak yang tidak jelas keberadaannya. Terungkap pencairan tersebut dialirkan pada satu rekening. Meski begitu, hingga sekarang Agoes Soeranto belum ditahan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.