Rabu, 29 September 21

Kejari Subang Tahan Tersangka Korupsi Bansos DKP

Kejari Subang Tahan Tersangka Korupsi Bansos DKP

Subang, Obsessionnews – Kejaksaan Negeri (Kejari) Subang menahan pejabat berinisial Ir sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Bantuan Sosial (Bansos) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) 2014. Ir adalah Kepala UPTD Kelautan dan Perikanan Kecamatan Jalancagaksatu yang juga merupakan anggota tim evaluasi penerima dana bansos di Kabupaten Subang.

“Iryana ditahan untuk 20 hari ke depan di Lapas Klas IIA Subang, setelah sebelumnya ditetapkan menjadi tersangka,” ujar kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Subang, Anang Suhartono, Selasa (3/11/2015).

Sebelum digiring ke mobil tahanan pada pukul 15.37 WIB, Ir diperiksa intensif oleh penyidik Pidsus selama 5 jam dengan 34 pertanyaan. Dalam kasus ini, Ir berperan diduga memotong dana Bansos yang diterima setiap Kelompok Usaha Bersama (KUBE).

Anang menyebutkan penyidikan masih dikembangkan dan terbuka peluang bertambahnya tersangka baru. “Tersangka dimungkinkan bertambah, bergantung fakta-fakta pengembangan penyidikan,” ujarnya.

Kuasa hukum tersangka, Edi Sapran, membenarkan, kliennya telah melakukan pemotongan dana bansos yang diterima kelompok.

“Beliau mengakuinya (memotong bantuan). Ada 13 kelompok KUBE yang dipotong, dengan besar antara 1 – 5 juta rupiah,” jelasnya. Total jumlah potongan mencapai 100 juta rupiah.

Namun, kata Edi, uang tersebut sudah dikembalikan ke penyidik. Dia berharap, pengembangan kasus ini tidak berhenti pada kliennya. Sebab, pihaknya yakin, uang hasil pemotongan tersebut tidak “dikonsumsi” sendirian.

“Pengakuan klien kami, uang disetor ke pihak lain. Jadi, ada pihak lain yang juga harus bertanggungjawab dalam kasus ini,” paparnya.

Sebelumnya, Kejari Subang telah menetapkan satu tersangka lain dalam kasus yang sama yaitu PNS Bidang Program DKP yang berinisial OS. Peran OS adalah koordinator tim verifikasi para calon penerima bansos. OS juga berperan diduga melakukan pemotongan dana bansos yang diterima 107 Kube. Besar potongannya bervariasi, mulai dari Rp1 juta hingga Rp10 juta per kelompok.

Guna melengkapi berkas penyidikan, Pihak Kejari juga memeriksa 5 pejabat Pemkab sebagai saksi.Di antaranya, Sekretaris Daerah, Abdurakhman, Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda), Komir Bastaman, Kepala Bagian Sosial (Bagsos), Ujang Sutrisna dan mantan Kepala DKP, Sumarna. (Teddy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.