Senin, 17 Januari 22

Kejari Pekalongan Masih ‘Utang’ 2 Penyidikan Kasus Korupsi

Kejari Pekalongan Masih ‘Utang’ 2 Penyidikan Kasus Korupsi
* Pindo menjelaskan pihaknya akan terus menggulirkan penyidikan terhadap dua 'utang' Kejari Pekalongan.

Semarang, Obsessionnews – Kejaksaan Negeri Pekalongan ternyata masih ‘berhutang’ dua perkara dugaan tindak pidana korupsi sejak tahun lalu. Pernyataan ini disampaikan Kajari Pekalongan Pindo Kartikani saat dikonfirmasi awak media, Senin (27/7/2015).

Kedua perkara tersebut adalah dugaan korupsi pada pada BMT KPBS Syariah Kota Pekalongan dan penyalahgunaan dana nasabah PD BPR Bank Pasar Kota Pekalongan. Padahal kedua perkara tersebut sudah lama memasuki proses penyidikan.

Terhadap indikasi korupsi BMT KPBS Syariah, pihaknya menduga total kerugian keuangan negara mencapai Rp 350 juta. Kasus tersebut menyangkut Modal Awal Padanan (MAP) tahun buku 2004-2006 dari pemerintah.

“Perkara ini sudah penyidikan dan merupakan sisa tunggakan tahun lalu. Saat ini penyidikan masih terus dilakukan dan masih proses pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” ungkapnya di kantor Kejari Pekalongan.

Sedangkan terkait dugaan korupsi BPR Bank Pekalongan, terdapat penyalahgunaan dana nasabah oleh mantan karyawan BPR Bank Pekalongan bernama Siswanto. Siswanto sendiri sampai sekarang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejaksaan.

Pindo menjelaskan, molornya dugaan tindak pidana korupsi itu disebabkan masih kurangnya keterangan sejumlah saksi. Selain itu, pihaknya masih berusaha mengumpulkan sejumlah alat bukti berupa keterangan saksi ataupun dokumen terkait.

“Dalam proses penyidikan kan kita membutuhkan keterangan saksi-saksi. Para saksi ini ternyata banyak yang lupa. Kemudian ada dokumen-dokumen yang kita butuhkan, namun masih dalam proses pencarian. Ini yang menjadinsalah satu kendala proses ” jelasnya lagi.

Kendati demikian, Pindo menegaskan, Kejaksaan tetap akan meneruskan penyidikan karena batas daluarsa penyidikan tidak diatur didalam KUHAP.

“Tapi kalau tidak cukup bukti ya harus segera dihentikan. Jadi saat ini tim belum bisa mengambil kesimpulan. Yang jelas proses penyidikan masih terus berjalan,” pungkasnya. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.