Rabu, 21 April 21

Kejari Batam Tenggelamkan 4 Kapal Vietnam

Kejari Batam Tenggelamkan 4 Kapal Vietnam
* Empat kapal Vietnam yang ditenggelamkan Kejari Batam. (Foto: Kejagung)

Jakarta, obsessionnews.com – Tim Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam yang dipimpin oleh Kepala Kejaksaan Negeri Batam Polin Oktavianus melakukan eksekusi penenggelaman empat unit kapal asing asal Vietnam.

Acara seremonial diadakan di Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam, selanjutnya eksekusi pemusnahan dilaksanakan di Perairan Air Raja Galang Batam.

Keempat kapal asing asal Vietnam yang dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan tersebut merupakan barang bukti dalam perkara tindak pidana perikanan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht).

Adapun empat unit kapal yang ditenggelamkan, yaitu satu unit kapal ikan asing KG 95786 TS, satu unit kapal ikan asing BD 30919 TS, satu unit kapal ikan asing BD 30942 TS, dan satu unit kapal ikan asing PAF 4696.

Polin menjelaskan, acara atau proses penenggelaman yang dilakukan dengan pemotongan tiang palka, pemotongan haluan kemudian dimasukkan ke dalam lambung kapal dan dilakukan cor randemix.

“Selanjutnya bangkai kapal diisi air memggunakan kapal pompom hingga kapal tenggelam karena dinilai lebih efektif dan ramah lingkungan sehingga terumbu karang dan biota laut tetap terjaga,” ujar Polin dalam keterangan tertulis Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Kamis (4/3/2021).

Turut hadir dalam kegiatan eksekusi penenggelaman empat unit kapal asing asal Vietnam, yakni Asisten Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau EDI UTAMA, SH.MH. mewakili Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, pejabat PSDKP Pangkalan Batam, Ketua Pengadilan Negeri Perikanan Tanjung Pinang, dan Kepala Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Pinang.

Tak hanya itu, Polin juga mengucapkan terima kasih kepada para stakeholder khususnya para penegak hukum yang turut serta dalam pemberantasan tindak pidana umum perikanan di wilayah hukum Kejari Batam.

“Karena berhasilnya penanganan perkara tindak pidana umum perikanan ini tidak terlepas dari soliditas dan kerja sama yang baik diantara aparat penegak hukum,” ungkapnya.

Untuk diketahui, kegiatan eksekusi ini adalah bagian dari kewenangan jaksa dalam melaksanakan putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap sebagaimana diatur dalam pasal 1 butir 1 Undang-undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan RI. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.