Sabtu, 29 Januari 22

Breaking News
  • No items

Kejaksaan Agung Tolak Gugatan Dahlan Iskan

Kejaksaan Agung Tolak Gugatan Dahlan Iskan

Jakarta, Obsessionnews – Kejaksaan Agung menolak gugatan praperadilan yang diajukan oleh mantan Menteri BUMN yang juga Dirut PLN Dahlan Iskan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ada empat alasan mengapa Kejaksaan Aung menolak sepenuhnya gugatan pemohon.

Menurut Kepala Sub Direktorat Bantuan Hukum Kejaksaan Agung Muhammad Sunarto mengatakan, ‎alasan pertama, Mahkamah Konstitusi (MK) dinilai telah melampaui kewenangannya dengan memutuskan penetapan tersangka masuk dalam objek peradilan, sehingga bisa digugat.

“Kedua, permohonan tersangka Dahlan Iskan gugur karena kasusnya sudah mulai diperiksa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi,” ujarnya, di Pengadilan, Senin (27/7/2015).

Ketiga, ada kekeliruan dalam gugatan yang diajukan oleh mantan Menteri BUMN itu. ‎Mestinya kata Sunarto, termohon adalah Kepala Kejaksaan Tinggi, bukan asisten tindak pidana khusus. Keempat, lanjutnya, Kejaksaan menganggap, penyidik sudah menemukan dua alat bukti untuk menetapkan Dahlan sebagai tersangka.

“Sehingga temohon menolak semua ‎ gugatan yang diajukan pemohon,” jelasnya.

Dahlan menggugat Kejati DKI setelah ditetapkan sebagai tersangka, terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan 21 gardu induk senilai Rp 1,06 triliun. Ia dianggap bertanggung jawab sebagai pemegang kuasa pengguna anggaran saat menjabat sebagai Direktur PLN.

‎Dalam gugatanya, kuasa hukum Dahlan Yusril Ihza Mahendra menilai alat bukti yang dipakai oleh Kejati DKI Jakarta masih janggal. Sebab menurutnya, alat bukti alat bukti harus didapat dalam proses penyidikan, bukan penyelidikan.

Penilaian ini setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan, dua alat bukti permulaan yang dibutuhkan sebagai dasar penetapan tersangka harus sesuai Pasal 184 KUHAP. Jika tidak terpenuhi Yusril mengatakan, penetapan tersangka terhadap Dahlan harus dibatalkan.

“Kami akan uji itu di praperadilan, apakah dua alat bukti yang diperoleh sesuai dengan aturan itu,” tandasnya.

Dalam sidang praperadilan perdana ini, Dahlan tidak hadir, dan diwakili oleh Yusril beserta kuasa hukum lainya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.