Minggu, 25 Oktober 20

Kejahatan Kebencian di Inggris Menyasar Umat Muslim

Kejahatan Kebencian di Inggris Menyasar Umat Muslim
* Polisi mencatat kejahatan karena kebencian, termasuk cacian, paling banyak diarahkan ke Muslim. (BBC)

Kepolisian Inggris mencatat kenaikan jumlah kasus kejahatan karena kebencian yang dilandasi agama.

Kasus kejahatan karena kebencian ini naik 40% dari 5.949 kasus pada 2016-2017 menjadi 8.336 kasus pada 2017-2018, menurut data Kementerian Dalam Negeri Inggris.

Sebagian besar kejahatan karena kebencian—sebesar 52%—diarahkan pada umat Muslim.

Kejahatan karena kebencian di Inggris didefinisikan sebagai kejahatan dengan alasan ras, agama, orientasi seksual, disabilitas atau identitas transgender.

Pelanggaran ini dapat mencakup cacian, intimidasi, ancaman, pelecehan, penyerangan dan juga perusakan properti.

Umat agama yang dikategorikan polisi sebagai sasaran kejahatan karena kebencian mencakup pemeluk Buddha, Kristen, Hindu, Yahudi, Muslim dan Sikh.

Secara umum, laporran itu menyebutkan kejahatan yang diarahkan kepada orang karena orientasi seksual terdiri dari 12%, kebencian karena agama 9%, disabilitas 8%, dan transgender 2%.

Wartawan BBC untuk urusan dalam negeri, Dominic Casciani, mengatakan angka yang dikeluarkan ini merupakan data resmi nasional pertama terkait kejahatan karena kebencian. Data ini dikeluarkan setelah para menteri memerintahkan polisi untuk mendata kejahatan jenis ini.

Menurut data polisi, jumlah kejahatan karena kebencian meningkat dua kali lipat sejak 2012/2013 dengan menjadi 42.255 kasus.

Angka itu disebutkan naik karena perbaikan dalam cara melaporkan kejahatan.

 

Dicaci dan dikaitkan dengan ISIS

Pada peristiwa tertentu seperti referendum Brexit dan serangan teror tahun lalu di Inggris, angka kejahatan karena kebencian ini juga menunjukkan kenaikan.

Kementerian Dalam Negeri menyatakan tingginya kenaikan yang dicatat polisi dalam kejahatan karena kebencian “mungkin menunjukkan bahwa peningkatan itu karena membaiknya langkah polisi dalam proses identifikasi dan pencatatan kejahatan jenis ini. Hal ini juga menyebabkan semakin banyak orang yang mau melaporkan dan bukan karena kenaikan dalam jumlah.”

Satu kejahatan dapat dihitung lebih dari satu kali bila pelaku dianggap memiliki sejumlah motivasi. Misalnya bila ada korban yang merasa menjadi sasaran karena ras dan agamanya.

Usman Ahmed, seorang Muslim mengatakan kepada BBC, ia pertama kali mengalami sasaran kebencian dua tahun lalu dengan cacian orang yang menyebutnya sebagai anggota kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

“Pertama saya terkejut dan juga bingung karena hal ini tak pernah terjadi sebelumnya kepada saya,” kata pemuda berusia 19 tahun dari Luton.

“Namun semakin lama saya memikirkannya saya semakin marah. Saya mencari tahu apa yang saya lakukan sehingga saya diperlakukan seperti ini?”

Sementara itu, pengadilan mencatat jumlah hukuman untuk kasus kejahatan karena kebencian naik menjadi 84,7% dari 83,4% pada tahun sebelumnya.

Data pada Januari 2016 menunjukkan jumlah warga Muslim di Inggris untuk pertama kalinya menembus angka tiga juta.

Data Badan Nasional Statistik (ONS) menunjukkan warga Muslim mencapai 3.114.992 orang atau setara dengan 5,4% dari total populasi.  (bbc.com)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.