Senin, 20 September 21

Kejagung Sita Uang Rp4 Miliar Hasil Dugaan Korupsi

Kejagung Sita Uang Rp4 Miliar Hasil Dugaan Korupsi

Jakarta, Obsessionnews – Tim penyidik pidana Khusus Kejaksaan Agung ‎menyita uang hasil dugaan korupsi sebesar Rp 4 miliar dari
‎ kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan dan obat-obatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Provinsi Jambi.‎

Uang sebesar Rp 4 miliar tersebut disita dari tersangka Zuherli yang merupakan pihak swasta Direktur PT Sindang Muda Serasan yang mengerjakan proyek tersebut.‎

“Untuk sementara dari penyidikan ini, tim penyidik telah melakukan penyitaan sebnyak 4 miliar dari pihak Zulherli, dari pihak PPK yang juga telah menerima aliran dana telah menyita uang sebanyak 200 juta rupiah,” ujar Kasubdit Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Sarjono Turin di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (11/6/2015).

Dia menjelaskan uang sebanyak Rp 4 miliar ini masih dititipkan untuk sementara di Bank BRI, karena prosesnya masih proses penyidikan, kalau sudah mempunyai kekuatan hukum tetap, keputusan sudah incrah, baru setorkan atau dikembalikan kepada negara.

“Jadi status uang ini adalah titipan penyidik. Jadi rekening ini kusus rekening penitipan, yang dimliki oleh Kejaksaan Agung pada BanK BRII tanpa berbunga,” tuturnya.

Barang Bukti 4 Miliar sitaan Kejagung

Oleh karena itu, Turin berharap, upaya pengembalian uang kepada negara semaksimal mungkin akan diupayakan. “Kita harapkan proses ini cepat berlangsung supaya cepat selesai dan segera kita limpahkan,” pungkasnya.

Dalam kasus itu penyidik sudah menetapkan 2 tersangka, yakni Mulia Idris Rambe selaku PNS Sumber Raden Mataher Jambi yang juga Direkur pengembangan SDM dan sarana prasaran dan Zuherli selaku pihak swasta Direktur PT Sindang Muda Serasan yang saat ini mendekam di rumah tahanan salemba cabang Kejagung.Korupsi tersebut di kerjakan dengan modus melakukan mark up harga barang yang mengakibatkan kerugian negara karena negara harus membayar harga lebih dari harga sebenarnya. (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.