Minggu, 14 Agustus 22

Kejagung Pastikan Pengemudi Mercedes yang Halangi Ambulance di Tangerang Bukan Pegawai Kejaksaan

Kejagung Pastikan Pengemudi Mercedes yang Halangi Ambulance di Tangerang Bukan Pegawai Kejaksaan
* Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Ketut Sumedana. (Foto: Kejagung)

Jakarta, obsessionnews.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan pengendara mobil Mercedes putih yang diduga menghalangi mobil Ambulance di Tangerang, bukan pegawai Kejaksaan RI.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Ketut Sumedana dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/3/2022).

“Melalui Siaran Pers ini, Pusat Penerangan Hukum Kejagung ini dapat disampaikan bahwa pengemudi mobil Mercedes putih bernomor polisi B 2873 PB dengan pengemudi Hildam adalah bukan pegawai Kejaksaan RI,” ujar Sumedana.

Dia menjelaskan, permasalahan ini berawal dari video viral di media sosial yang menunjukkan peristiwa insiden antara mobil ambulans Puskesmas Cisoka yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB, pada Kamis 17 Maret 2022 yang dikemudikan oleh Hildam dengan mobil Mercedes putih bernomor polisi B 2873 PB, terjadi Tol di Tangerang-Jakarta, tepatnya di kawasan Bitung, Kab. Tangerang.

Baca juga: Kejagung Bakal Libatkan SDM untuk Membangun dan Wujudkan IKN

“Saat itu, mobil ambulans sedang membawa pasien ibu hamil yang hendak melahirkan ke RSUD Kabupaten Tangerang, dan ketika berada di ruas jalan tol, ambulans sudah menyalakan rotator dan sirine dari kejauhan,” ucapnya.

Namun, mobil Mercedes putih di depannya tidak memberikan jalan dan ketika mobil ambulans ingin menyalip melalui jalur kiri, tiba-tiba Mercedes putih tersebut juga berpindah ke sebelah kiri tanpa menggunakan lampu sein. Alhasil, terjadi gesekan antara keduanya yang mengakibatkan spion sebelah kiri mobil mersedes tersebut rusak.

Lalu mobil Mercedes tersebut berusaha mengejar dan menyalip ambulans dan mengikuti sampai ke RSUD Kabupaten Tangerang. Ketika tiba di RSUD Kab Tangerang, pengemudi Mercedes menarik baju pengemudi ambulans (bukan memukul) lalu mengambil kunci mobil ambulans dan memaki pengemudi ambulans dengan kata kasar.

Tak hanya itu, pengemudi mobil Mercedes juga meminta pertanggung jawaban pengemudi ambulans karena telah bergesekan dengan mobil Mercedes, kemudian pengemudi Mercedes juga meminta SIM dan KTP pengemudi ambulans, serta mengaku bahwa pengemudi Mercedes adalah seorang ahli hukum (bukan pegawai kejaksaan).

Baca juga: Kejagung Selesaikan Pemeriksaan 3 Saksi Korupsi Pengelolaan Keuangan PT Garuda Indonesia

Namun akhirnya pengemudi Mercedes hanya mengambil KTP pengemudi ambulans. Setelah itu sekitar pukul 04.00 WIB, pengemudi ambulans menuju kantor PRJ Bitung untuk melaporkan kejadian tersebut namun tidak ada anggota yang piket.

Selanjutnya sekitar pukul 11:00 WIB pengemudi ambulans datang ke Polresta Tangerang di Tigaraksa untuk membuat laporan namun diarahkan ke PRJ Bitung.

“Dari penjelasan di atas, Puspenkum Kejaksaan Agung telah memberikan pelurusan dan informasi kepada masyarakat atas pemberitaan dimaksud,” pungkas Sumedana. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.