Jumat, 17 September 21

Keinginan Tidak Dipenuhi, Petani Kembali Protes

Keinginan Tidak Dipenuhi, Petani Kembali Protes

SUBANG, Obsessionnews – Merasa aspirasinya tidak diperhatikan, gabungan massa petani dari tiga kecamatan di Subang Jawa Barat kembali mendatangi lokasi proyek normalisasi saluran sungai (SS) Bendung Macan di Desa Mekarwangi Kecamatan Pagaden Barat, kemarin.

Mereka meminta supaya kepada pelaksana proyek supaya memperlebar kembali saluran sungai. Namun hingga kini, permintaan tersebut tidak dilaksanakan. Padahal sebelumnya mereka telah menyampaikannya kepada pelaksana proyek. (Baca: Saluran Sungai Dibuat Menyempit, Petani Protes)

“Kami ingin pekerjaan normalisasi ini diperbaiki, diperlebar dan diperdalam, supaya tampungan airnya lebih besar, sehingga tidak meluap atau menimbulkan banjir,” ujar Raswad salah seorang petani dari Desa Kediri Binong, Senin (2/11/2015).

Menurutnya, lebar saluran saat ini cuma 12 meter. Menyebabkan kapasitas air jadi berkurang.

“Yang rugi kan petani, debit air yang mengalir jadi sedikit, sementara pasokan air harus dibagi-bagi ke seluruh areal pesawahan,” tuturnya.

Jumlah massa yang datang kali ini lebih banyak dari berbagai kalangan, seperti Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), ulu-ulu (mitra cai) serta perangkat pemerintahan desa.

Petani lainnya, Caswan mengatakan saluran Bendung Macan mengairi areal pesawahan seluas 13.700 hektar, tersebar di puluhan desa di empat kecamatan. Yakni Pagaden Barat, Pagaden, Binong dan Cikaum.

“Di desa kami saja (Desa Kediri), ada 300-an hektar sawah yang mengandalkan pasokan air dari Bendung Macan. Kalau normalisasinya gak bener, kami bisa tak kebagian air, terutama di musim  gadu (kemarau),” imbuhnya.

Salah seorang pengurus Gapoktan Desa Munjul Pagaden Barat, Denmas, menambahkan bahwa ia bersama para petani sudah mengusulkan kepada pelaksana proyrk supaya memperbaiki pekerjaan. Namun, hingga kini belum direalisasi.

“Mereka (kontraktor) sempat berjanji akan perbaiki pekerjaan, memerlebar dan meluruskan saluran, serta mengeruknya lebih dalam. Tapi keinginan petani ini belum dipenuhi keseluruhan. Kami berharap, tuntutan tersebut direalisasi,” tegasnya.

Menanggapi aspirasi masyarakat, Sakur selaku perwakilan kontraktor PT Brantas bersama rekannya, Bram menyatakan siap memenuhi tuntutan para petani, untuk memperbaiki pekerjaan.

“Kami siap bantu untuk meluruskan dan memerdalam saluran, yang semula berkelok. Namun, untuk meluruskan saluran yang menikung kami harus koordinasi dengan Dinas Bina Marga, dan menunggu keputusannya. Sebab, ini kewenangan Bina Marga,” jelasnya.

Dia menyebut, saat ini lebar saluran mencapai 12 meter, sesuai dengan panjang jembatan. Selanjutnya, sisa bantaran di kawasan Talang Air yang sebelumnya tidak dikeruk, sekarang sudah dibenahi.

“Kami juga sudah pasang papan pengumuman proyek di lokasi Bendung Macan, agar masyarakat tahu rincian kegiatan,” tambahnya.

Selanjutnya, dia menyebut, proyek ini dilaksanakan oleh PT Brantas asal Jakarta, yang merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tanpa menyebutkan pagu anggarannya.

“Anggaran persisnya kami kurang tahu. Hanya saja, paket pekerjaan yang kami laksanakan ada beberapa lokasi, diantaranya saluran Bendung Macan dan saluran Jengkol Sukamandi Kecamatan Ciasem. Total panjangnya sekitar 100 kilometer. Yang Bendung Macan saja panjangnya sekitar 12 kilometeran. Pengerjaannya selama 1,5 tahun,” jelasnya. (Teddy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.