Senin, 18 Oktober 21

Keindahan Batu Sisik Penyu di Balik Seramnya Nusakambangan

Keindahan Batu Sisik Penyu di Balik Seramnya Nusakambangan
* Batu akik bermotif sisik penyu ciri khas Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. (Foto-foto: Yusuf Isyrin Hanggara/obsessionnews.com)

Cilacap, Obsessionnews – Nusakambangan, pulau yang terletak di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, ternyata menyimpan potensi luar biasa. Salah satunya memiliki sumber material mentah bebatuan yang akhir-akhir ini booming di Indonesia. Apalagi kalau bukan batu akik. Tapi jangan salah, ada jenis batu yang menjadi ciri khas daerah yang populer dengan sebutan “Pulau Eksekusi”. Di balik panggilannya yang menyeramkan, siapa sangka di pulau ditemukan batu akik bermotif menarik.

Tak hanya batu sisik penyu, Yudi juga menjual aneka macam batu akik lainnya.
Tak hanya batu sisik penyu, Yudi juga menjual aneka macam batu akik lainnya.

Tak hanya batu sisik penyu, Yudi juga menjual aneka macam batu akik lainnya.  (2)

Yudi, salah seorang perajin batu akik di Cilacap yang telah menggeluti bisnis selama tiga tahun. Produk andalannya adalah batu akik bermotif sisik penyu. “Pelanggan saya adalah penjual batu akik dari Purwokerto dan Banyumas suka mencari model sisik penyu,”ujarnya sambil mengerjakan pesanan pelanggan.

Pria berperawakan tegap ini mengatakan, bahan mentah untuk membikin batu akik diperolehnya dari Pulau Nusakambangan .

“Batu akik ini dari Nusakambangan. Dari Karangadang sampai Pasir Putih ada semua,” tuturnya kepada obsessionnews.com baru-baru ini.

Untuk mendapatkan bahan baku batu akik, dia mencari hingga ke dalam hutan di tengah pulau. Khusus batu akik bersisik penyu, dia menceritakan sejatinya materi dasar yang ia pakai adalah batu karang.

“Batu sisik penyu dari batu karang, jadi warnanya putih dan bermotif sisik,” jelasnya.

Ternyata cukup sulit menggarap batu akik dari bahan baku karang. Menurut Yudi, batu karang cenderung tipis sehingga harus ekstra hati-hati dalam memprosesnya. Batu diasah berulang-ulang sambil kadang-kadang dicelupkan ke dalam air hingga mencapai motif yang diinginkan pelanggan.

Sebuah batu akik motif penyu yang berukuran kecil dihargainya Rp 50.000. Sedangkan ukuran besar berharga hingga mencapai Rp 150.000.

“Kalau motifnya bagus bisa mencapai Rp 300.000, “ tutur warga Tambakreja ini.

Batu di Nusakambangan sebenarnya mempunyai berbagai macam warna, yakni merah, hitam dan hijau. Namun batu sisik penyu ini paling menarik. Kesan tumpang di dalam batu terlihat seolah-olah seperti sisik hewat laut tersebut.

“Motif seperti ini memang ciri khas daerah ini,” kata Yudi.

Tidak hanya batu sisik penyu saja, bapak dua anak ini juga menggunakan bahan dari batuan jenis lain. Semua ia dapatkan secara manual dengan berjalan kaki dari hutan Nusakambangan. ”Saya punya jenis kecubung terong dan batu hanoman,” pungkasnya sambil tersenyum. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.