Minggu, 15 Desember 19

Kecam Zaadit, Sri Mulyani Ganti Dikecam Rizal Ramli

Kecam Zaadit, Sri Mulyani Ganti Dikecam Rizal Ramli
* Zaadit Taqwa

Jakarta, Obsessionnews.com –  Aksi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) Zaadit Taqwa pada acara Dies Natalis ke 68 UI pada Jumat (2/2/2018) lalu, menuai kecaman dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Sri Mulyani dalam memberikan kuliah Pengantar Teori Ekonomi Makro di Auditorium FEB UI, Depok, Senin (5/2), menanggapi aspirasi yang dilakukan Zaadit.

“Jadi, mahasiswa UI yang mau kasih kartu kuning atau demo, harus sudah dapat kuliah Pengantar Teori Ekonomi Makro,” kata Sri.

Menurutnya, sebelum terjun berdemonstrasi mahasiswa harus belajar terlebih dahulu mata kuliah ekonomi makro agar dapat mengetahui soal kondisi ekonomi.

“Kalau sudah dapat pengantar makro ekonomi, baru demo ya. Kalau belum, terus demonya salah itu malu-maluin, jangan bilang pernah diajar saya,” kilah Sri.

Sri menerangkan, jangan sampai ada mahasiswa mengatakan pertumbuhan ekonomi baru 5% tapi gaji Presiden Jokowi lebih dari 5%, kemudian harus diberi kartu kuning.

Ia menilai, sebagai mahasiswa harus bisa membandingkan pertumbuhan ekonomi 5% dengan negara lain.

“Harus lihat kenapa dia 6%, kita kenapa 5%. Filipina, RRT, India, sekarang lebih tinggi. Kenapa nggak sama kayak Brasil dan Turki. Nah, sebelum kartu kuning, lihat dulu bahwa sebenarnya kita itu beruntung ada di negara Asean,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman era Jokowi, Rizal Ramli melalui cuitannya di twitter merasa gerah atas pernyataan perempuan yang pernah menjabat Direktur Pelaksana Bank Dunia (World Bank) dan dianggap penganut ekonomi kapitalis ini.

Ternyata norak banget demokrasi boleh saja beda pendapat, ikut kuliah percuma, wong situ bisanya cuma minjem dengan bunga tinggi, yield bonds RI 2-3% lebih tinggi dari Thailand, Philipina & Vietnam. Itu rugikan Indonesia milyaran dollar tahu? Situ belajar lagi basic finance,” cuitan akun @RamliRizal, Jakarta, Selasa (6/2).

Mantan Menteri Koordinator bidang Perekonomian era Presiden Gus Dur ini juga me-retweet ucapan akun @riyanto_krida yang sebelumnya menanggapi cuitannya.

260 jt rakyat Indonesia tidak semua belajar makro ekonomi, bahkan tidak semua kuliah. Masa 260 jt rakyat itu g ada yang boleh kritik pemerintah…? Menteri ini kok makin ngawur,” ungkap twittnya.

Zaadit adalah aktivis mahasiswa yang memberikan kartu kuning kepada Presiden Jokowi pada acara Dies Natalis itu. Ia langsung digelandang Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) keluar auditorium UI tersebut.

Nampaknya, Rizal Ramli lebih membela Zaadit yang berani melakukan aksi demo terhadap penguasa, karena sekarang ini mahasiswa terlihat adem ayem alias sangat langka yang berani melakukan aksi demo mengeritik pemerintah. Maklum, Rizal Ramli adalah mantan Aktivis mahasiswa ITB yang pernah dipenjara rezim orde baru. (Popi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.