Rabu, 29 September 21

Kebutuhan Melonjak, Rupiah Anjlok. Ini Solusinya!

Kebutuhan Melonjak, Rupiah Anjlok. Ini Solusinya!

Jakarta, Obsessionnews – Berapa banyak duit Paman Sam yang diperlukan guna memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri ? Lantas apa akibatnya kalau konsumsi bensin terus bengkak?

Menurut catatan Bank Indonesia (BI), PT Pertamina menghabiskan USD 150 juta perhari atau setara Rp1,95 triliun guna menyuplai kebutuhan bbm sehari-hari.

Sementara dalam rangka mengamankan pasokan BBM saat puasa hingga Lebaran nanti, Pertamina malah menambah pasokan impor. Dana yang digelontorkan, ditambah hampir tiga kali lipat yakni USD 500 juta.

Seperti dilansir situs detik.com, Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara bilang, penambahan jumlah dana tersebut memang rutin terjadi setiap menjelang lebaran. Sebabnya, aktifitas mudik membutuhkan pasokan bbm lebih besar ketimbang hari-hari biasa.

Membengkaknya jumlah dolar AS yang dikucur guna memenuhi kebutuhan bbm di dalam negeri, bukan tanpa resiko. Yang paling nyata adalah rupiah bakal mengalami tekanan. Tapi tenang, BI seperti yang dikatakan Mirza, bakal tetap menjaga pergerakan nilai tukar lewat berbagai sikap biar tak terlalu bergejolak.

Dalam lima bulan terakhir, seperti dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan terhitung surplus. Ini, kata Mirza, merupakan dorongan yang baik guna menjaga nilai tukar rupiah.

“Nggak apa-apa (menekan rupiah), kan neraca perdagangan sudah mulai surplus,” kata dia.

Lantas, bagaimana BI menyediakan dollar AS sebanyak yang diperlukan Pertamina itu?

Nanang Hendarsah, Direktur Task Force Program Pendalaman Pasar Keuangan BI bilang, kalau pasokan valuta asing yang ada sudah bisa memenuhi kebutuhan Pertamina tersebut. Saat ini saja, permintaan di pasar spot mencapai USD 150 juta sehari.

Nanang memaparkan, kalau dipukul rata pasokan valuta asing dari domestik mencapai USD 22 milyar perbulan. Sementara permintaan USD 23,7 milyar perbulan. Selisih USD 1,7 milyar kata dia, dipenuhi dari capital inflows.

Hingga hari ini, pasokan valuta asing dari capital inflows ke surat berharga negara dan saham jumlahnya mencapai USD 1,4 milyar. Makanya, Nanang bilang penting sekali menjaga kepercayaan investor asing lantaran merekalah yang men-suplai dollar AS di tingkat domestik.

Memang, investor asing ini sangat peka terhadap terjadinya risk on dan risk off di pasar keuangan global. Sehingga, sering berpengaruh di pasar keuangan Indonesia hingga membuat rupiah terpuruk seperti sekarang ini.

Sepanjang investor asing punya kepercayaan tinggi terhadap kualitas pengelolaan kebijakan makro yang berkutat pada sendi moneter dan fiskal di Indonesia, mereka bakal tetap bertahan. Tapi kalau tidak, jangan kaget kalau dana asing banyak dibawa keluar.

Apa Bisa Bayar BBBM Pakai Rupiah?

Bisa saja Indonesia sebagai importir besar membayar pembelian bbm dengan mata uang Garuda. Analoginya begini. Dulu saat pabrik telepon selular belum dibuka di Indonesia, harga barang teranyar mahal lantaran kudu dibeli di Singapura dan tentu, dengan mata uang dollar. Nah sekarang, lantaran pabrik sudah beroperasi di sini, harga beli malah terbilang murah.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Someng menjelaskan, sebenarnya Indonesia punya konsep agar pasar dibawa ke dalam negeri. Tujuannya, biar para pemain minyak masuk dan berjualan di sini. Dan ini, bisa dilakukan sama seperti yang sudah dikerjakan Singapura dan menjadi salah satu pematok harga di banyak negara.

Andy bilang, pembeli bbm dan minyak mentah di Indonesia bukan cuma Pertamina. Banyak juga perusahaan lain seperti Shell, Total atau Medco yang menjual bbm-nya untuk kebutuhan listrik, industri dan lainnya.

Memang, untuk menjadi pasar yang mampu menentukan harga seperti Singapura bukan soal gampang. Persoalan minimnya infrastruktur dan kilang yang sudah tua menjadi masalah utama. Tapi kalau sudah dibenahi, Indonesia bisa ikut menentukan harga bahkan membayarnya dengan mata uang sendiri karena negeri ini pengimpor bbm yang terbilang besar di dunia. (Mahbub Junaidi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.