Sabtu, 28 Januari 23

Kebutuhan Alat Berat Meningkat, Mau Impor?

Kebutuhan Alat Berat Meningkat, Mau Impor?

Jakarta, Obsessionnews – Bagi sektor konstruksi, pertambangan, kehutanan dan perkembungan, industri alat berat punya peran penting sebagai salah satu pendukung utama. Makanya, Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan baik untuk di dalam negeri maupun kebutuhan ekspor.

Dikatakan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan dalam kunjungan kerja ke PT Jakarta International Machinery Centre (Jimac) Perkasa, di Jakarta, Rabu (17/6), kebutuhan alat berat makin hari terus meningkat. Terlebih dengan adanya proyek pembangunan infrastruktur seperti yang digalakkan pemerintah.

Pada 2012, kebutuhan alat berat mencapai 16 ribu unit. Sementara di tahun ini, diperkirakan bakal mencapai 24 ribu unit.

Pada tahun 2010 saja, Indonesia mengimpor alat berat senilai USD 2 milyar. Sedangkan ekspornya USD 450 juta.

Putu bilang, ketersediaan alat berat bakal sangat mendukung kebijakan pemerintah dalam mendorong kebutuhan bagi pembangunan nasional. Tapi sayang, industri di dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan saat ini yang diperkirakan akan mencapai 24 ribu unit. Makanya, upaya rekondisi atau perbaikan serta impor masih perlu dilakukan.

“Adanya rekondisi alat berat yang diimpor dari sejumlah negara adalah suatu upaya untuk memenuhi kekurangan suplai. Apa yang dilakukan oleh Jimac Group ini merupakan suatu peluang untuk mengantisipasi kebutuhan alat berat yang belum bisa diproduksi di dalam negeri,” kata Putu. (Mahbub Junaidi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.