Rabu, 20 Oktober 21

Kebut Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Luncurkan TEI 2021

Kebut Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Luncurkan TEI 2021
* Kementerian Perdagangan (Kemendag) meluncurkan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-36 Digital Edition bertema Reviving Global Trade secara hibrida, Senin (27/9/2021). (Foto: Ist)

Jakarta, obsessionnews.comUpaya membangkitkan momentum percepatan pertumbuhan ekonomi nasional terus dikebut Pemerintah. Kementerian Perdagangan (Kemendag) meluncurkan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-36 Digital Edition bertema Reviving Global Trade secara hibrida, Senin (27/9/2021).

Pameran berskala internasional ini dijadwalkan berlangsung selama 14 hari pada 21 Oktober sampai 4 November 2021 secara daring dan showcase produk akan digelar hingga 20 Desember 2021.

“Pameran yang dikemas secara digital ini merupakan salah satu upaya dan bukti komitmen Kemendag menghidupkan kembali perdagangan global,” ujar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam keterangan tertulisnya.

Selain itu, lanjut Lutfi, pameran ini juga menjadi terobosan bagi pelaku usaha Indonesia untuk memanfaatkan peluang agar tidak kehilangan momentum percepatan pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19.

TEI ke-36 ini juga diharapkan mampu mendorong percepatan transformasi perdagangan secara digital. TEI Digital Edition bertujuan menciptakan wahana promosi dan transaksi dagang secara daring yang efektif dan efisien, memperkuat kemitraan dan mempertahankan keberlanjutan bisnis dengan para buyer, memperluas penetrasi ke pasar baru, membangun citra positif.

“Serta meningkatkan daya saing akan ragam produk dan jasa Indonesia di pasar internasional,” tambah Lutfi.

TEI 2021 juga menyajikan konsep katalog digital yang memberikan keleluasaan bagi peserta maupun pengunjung untuk menampilkan dan mengekplorasi informasi berbagai produk unggulan Indonesia. Produk dan jasa unggulan Indonesia yang akan ditampilkan terbagi dalam delapan kategori, yaitu manufactured product, digital lifestyle & services, medical & healthcare, renewable energy, food & beverage products, living comfort & amenities, fashion & beauty products, dan halal product.

“TEI 2021 siap memberikan kemudahan dan kenyamanan lebih banyak melalui platform interaktif dalam format e-catalogue seperti halnya pameran dagang besar internasional di Jerman dan Uni Emirat Arab. Dengan begitu, kegiatan interaktif antara seller dan buyer akan berjalan lebih baik,” terang Lutfi.

Dia berharap, penyelenggaraan TEI kali ini mampu mendatangkan buyer potensial secara virtual sebanyak mungkin untuk bertransaksi dengan para eksportir Indonesia. TEI tahun ini ditargetkan dapat mencapai nilai transaksi dagang sebesar USD 1,5 miliar dan diikuti oleh 1.000 perusahaan serta dihadiri 500 ribu pengunjung.

“Pada 2020, TEI yang juga digelar secara virtual diikuti oleh 690 pelaku usaha, dengan menghadirkan 7.456 buyers dari 127 negara, dan menembus total transaksi sebesar USD 1,3 miliar,” ungkap Lutfi.

Selain pameran, TEI kali ini akan menyuguhkan berbagai kegiatan seperti forum perdagangan, penjajakan kesepakatan dagang (business matching) dan misi pembelian, seminar, serta konseling bisnis. Hal yang berbeda pada penyelenggaraan forum perdagangan tahun ini dengan tahun sebelumnya adalah akan dihadirkannya Menteri Perdagangan negara sahabat seperti Singapura dan Filipina, Direktur Jenderal WTO, dan juga Managing Director World Bank serta akan diselenggarakannya pula Halal Trade Forum. Selain itu, akan digelar pula penganugerahan Penghargaan Primaniyarta dan Primaduta.

“Selain Halal Trade Forum, kami juga berkolaborasi dengan Indonesia Fashion Chamber untuk menyelenggarakan rangkaian kegiatan muslim fashion show dan gelar wicara. Ini merupakan salah satu langkah konkret pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat produk halal dan fesyen muslim dunia,” kata Lutfi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi menambahkan, perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri perlu berperan aktif untuk meyakinkan buyer berkunjung ke TEI dan bertransaksi dengan para eksportir Indonesia.

“Kita harus menjadikan TEI 2021 ini sebagai momentum meraih peluang meningkatkan volume ekspor Indonesia di pasar internasional. Melalui inquiry yang tercatat, baik Atase Perdagangan maupun Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dapat memberikan rekomendasi produkproduk apa saja yang dibutuhkan buyer dan perlu ditampilkan dalam TEI,” kata Didi. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.