Rabu, 7 Desember 22

Kebingungan Para Pemikir Tentang HTI

Kebingungan Para Pemikir Tentang HTI

Oleh: Salam  (Mahasiswa Pascasarjana UIN MALIKI Malang)

Bagi orang yang menjalankan Islam separuh-separuh itu gampang kebaca, tapi akan sangat sulit difahami jika orang yang menjalankan ajaran Islamnya secara menyeluruh. Sebagaimana yang dikatakan Jubir HTI Muhammad Ismail Yusanto, di acara ILC pada tanggal 18 Juli 2017 bulan lalu. Beliau mengatakan bahwa HTI menyampaikan ajaran Islam A to Z, artinya bahwa HTI menyampaikan dan berusaha menjalankan ajaran Islam secara menyeluruh.

Orang yang memiliki pemahaman Islam yang setengah-setengah tidak akan pernah mampu menilai dan memahami orang yang berusaha menjalankan Islam secara menyuluruh seperti HTI.

Jadi, saya tidak heran jika banyak para pemikir, baik luar negeri (Barat) maupun dalam negeri, kebingungan dalam memposisikan Hizbut Tahrir dalam kancah pergulatan pemikiran di dunia kontemporer masa kini.

Mereka bisa menilai kelompok wahabi, kelompok jihadis, kelompok tradisionalis, modernis, maupun kelompok liberalis. Tapi untuk memasukkan HTI dalam kelompok apa, mereka pusing 10 keliling.

Mereka bisa faham, tapi harus memiliki 1 syarat, silahkan kajian di Hizbut Tahrir atau kaji semua bukunya HTI dan ikuti terus aktivitasnya.

Terkait dengan apa yang terjadi pada para pemikir Barat maupun yang bukan itu sebenarnya bukan hal baru bagi HTI, sebab HTI telah memahami semua itu, bahwa kebingungan yang dialami oleh para pemikir Barat maupun yang bukan bisa terjadi dalam menilai HTI.

Hal itu terjadi karena HTI melakukan aktivitasnya mengikuti metode dakwah Nabi dan para sahabatnya, dimana ketika Nabi dan para sahabat pada masa dakwahnya juga membuat pusing kaum Kafir Quraish.

Saat itu mereka bingung ingin memposikan Nabi sebagai apa, tukang sihir, orang gila, penipu, dan macam-macam. Tapi semuanya gagal dan membuat mereka semakin menderita bathin dan pemikiran.

Akhirnya, meminjam istilahnya Profesor Rocky Gerung, mereka “Kalah Akal”, dan karena kalah akal, maka pemboikotan pun dilakukan kepada Nabi dan para sahabat. Persis dengan apa yang telah dilakukan pemerintah kepada HTI saat ini, “Kalah Akal, Main Perppu”.

Tapi saya fikir HTI tidak akan pernah menyerah, sebab mereka pasti tahu, bahwa pada masa Nabi, setelah 3 tahun beliau dan para sahabatnya diboikot oleh kaum Kafir Quraish, maka terbitlah fajar kemenangan Islam, sehingga Nabi pun mencapai tampuk kekuasaan di Madinah dan menjadikan Islam tersebar ke seluruh penjuru alam. Dan hal itu bisa saja terjadi pada Hizbut Tahrir Indonesia. (***)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.