Jumat, 9 Desember 22

Keberatan Yayasan Supersemar Atas Eksekusi Asetnya Telah Sirna

Keberatan Yayasan Supersemar Atas Eksekusi Asetnya Telah Sirna
* Gedung Mahkamah Agung (foto: kabarin.co)

Jakarta, Obsessionnews.com – Keberatan Yayasan Surat Perintah Sebelas Maret (Yayasan Supersemar) dalam perkara eksekusi aset senilai lebih dari Rp 4,4 triliun sepertinya harus sirna. Karena, Mahkamah Agung (MA) telah mengabulkan kasasi Kejaksaan Agung (Kejagung) atas kasus tersebut.

Perkara nomor 2003 K/PDT/2017 antara Kejagung yang diwakili HM Prasetyo melawan Yayasan Supersemar dengan ketua umum Arisetyanto Nugroho. Putusan itu diketok oleh ketua majelis I Gusti Agung Sumantha dengan anggota Ibrahim dan Maria Anna Samiyati. “Amar putusan kabul,” demikian lansir panitera MA dalam putusannya, Jakarta, Selasa (31/10/2017).

Berita tentang Yayasan Supersemar telah menjadi Trending Topic di mesin pencarai Google. Pantauan Obsessionnews.com di Google Trends wilayah Indonesia pada Selasa (31/10) pukul 14.30 WIB berita ini ditelusuri lebih dari 5.000 kali.

Kasus ini bermula dari langkah Jaksa Agung HM Prasetyo yang mewakili rakyat Indonesia menggugat Yayasan Supersemar untuk mengembalikan dana yang diselewengkan sejak tahun 70-an. Setelah melalui reli-reli panjang di persidangan, akhirnya MA mengabulkan permohonan jaksa tersebut.

Dalam putusan peninjauan kembali (PK), MA menyatakan Yayasan Supersemar telah melakukan perbuatan melawan hukum dan dihukum harus mengembalikan 75 persen dana yang terkumpul sejak 1974 dengan asumsi 25 persen dana telah disalurkan ke yang berhak.

Belasan aset dan ratusan rekening atas nama Yayasan Supersemar telah dibekukan. Tinggal menunggu eksekusi hingga benar-benar dikuasai kembali oleh negara.

Saat hendak dieksekusi, Yayasan Supersemar keberatan dan mengajukan perlawanan eksekusi. Yayasan melayangkan perlawanan ke PN Jaksel dan diladeni oleh Kejagung.

Pada 29 Juni 2016, PN Jaksel menyatakan aset Yayasan Supersemar bentukan Soeharo itu yang diselewengkan hanya Rp 309 miliar hingga Rp 706 miliar. Vonis itu dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta pada 9 Desember 2016.

Atas hal itu, Kejagung tak terima dan melayangkan kasasi. Kejagung memiliki perhitungan bila aset Yayasan Supersemar sangat banyak dan mencapai triliunan rupiah. Akhirnya, MA mengabulkan permohonan itu. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.