Jumat, 17 September 21

Keberanian Jokowi Menolak Bantuan Asing Perlu Diapresiasi

Keberanian Jokowi Menolak Bantuan Asing Perlu Diapresiasi

Prattama

Jakarta-Langkah Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo yang berani mengancam untuk membatalkan pinjaman dana ke Bank Dunia, perlu mendapatkan apresiasi. Harapan itu mengemuka dalam acara diskusi publik dengan tema “Jokowi Melawan Asing, Saatnya Menegakan Kemandirian Bangsa” yang diadakan Lingkar Madani Indonesia (LIMA) dan Koalisi Anti Utang (KAU) di Jakarta, Senin (8/4/2013).

Acara yang dihadiri oleh Andrinof Chaniago (Dosen UI), Ray Rangkuti (Direktur LIMA), Dani Setiawan (Ketua KAU) dan Salamuddin Daeng (Aktivis IGJ) membahas mengenai gaya kepemimpinan Jokowi yang berani bisa menciptakan harapan baru dan menjadi model untuk diikuti oleh para pemimpin daerah lainnya.

“Pengaturan tentang peran negara dalam ekonomi sebagaimana tercantum dalam pasal 33 UUD 1945, merupakan pernyataan tegas bahwa negara tidak menganut sistem ekonomi liberal dan dengan sadar ingin membatasi pengaruh modal asing sebagai pelaku dominan dalam perekonomian nasional” ujar Dani Setiawan.

Selain berani membatalkan pinjaman hutang ke Bank Dunia sebesar sebesar Rp. 1,2 Triliun untuk proyek Jakarta Emergency Dredging Initiative (Jedi) yang digagas Gubernur sebelumnya,, Jokowi juga membatalkan kontrak perusahaan air minum swasta yang berasal dari Prancis dan Inggris.

Bahkan Jokowi juga menolak untuk mengeluarkan obligasi daerah, karena merasa cukup dengan nilai APBD Jakarta saat ini yang mencapai Rp 49 Triliun.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.