Selasa, 14 Juli 20

Keberagaman Versi Siapa?

Keberagaman Versi Siapa?

Oleh: Ustaz Felix Siauw, Pengemban Dakwah

 

Mengejutkan saat mendapatkan kabar bahwa begitu banyak yang mengaku wakil rakyat, tapi mendukung ulah kaum Nabi Luth dan juga pernikahan sejenis. Rupanya inilah ‘keberagaman’ versi mereka, negara liberal yang mereka harapkan.

Selama ini kaum yang getol mendukung ‘keberagaman’ memang itu-itu saja. Di sisi lainnya, mereka juga sangat anti pada syariat Islam. Alasannya ini negeri bukan hanya milik Muslim saja, ini bukan negara berlandaskan syariat Islam.

Padahal melegalkan perilaku menjijikkan itu sedikitpun tak ada urusannya dengan keberagaman. Sebab keberagaman yang dicita-citakan para ulama yang berjuang ialah, bahwa negeri ini bisa jadi tempat yang aman bagi perbedaan yang baik.

Bila semua hal yang beragam difasilitasi, tak lagi bisa dikira mau jadi apa negeri ini. Sudah tidak ada lagi standar baku atas segala sesuatu. Kalau ‘beragam’ itu tidak diatur, maka zina boleh, ganja legal, menista agama boleh saja.

Sekarang, praktis apapun bisa disuarakan, kecuali menyuarakan Islam kaaffah, penerapan syariat dan khilafah, atau menasihati penguasa. Nah, yang ini langsung bisa dijerat pasal berlapis, walau bisa dinegosiasi bila ia partai pendukung.

Maka dari mana standar itu harus datang? Baik-buruk tentu saja harus dari Allah dan Rasul, Kitabullah dan Sunnah. Sebab bila dari manusia, pasti akan merusak, karena manusia pasti akan cenderung pada hawa nafsunya, pada kemaksiatan.

Bila Islam diterapkan, bukan berarti variasi dan keberagaman itu menjadi musnah, tapi diatur apik dalam koridor syar’i. Pelbagai aktivitas dan ragam pemikiran bisa dikembangkan, selama tidak melanggar syariah, hidup aman damai.

Persis, menjadi muslim dan berdakwah bukan berarti kehilangan keragaman dan variasi. Saya tetap Cina, tetap laki-laki, tetap anak basket, anak futsal, anak nongkrong. Tetep ganteng ???. Bedanya sekarang semua fii sabilillah, insya Allah doakan☺️☺️☺️

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.