Senin, 14 Oktober 19

Keberadaan KEK Singosari Dukung DPP Bromo-Tengger-Semeru

Keberadaan KEK Singosari Dukung DPP Bromo-Tengger-Semeru
* Kunjungan kerja Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), Selasa (8/10/2019). (Foto: Dok Kemenpar)

Jakarta, Obsessionnews.comPresiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani PP Nomor 68 Tahun 2019 tenang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari seluas 120,3 hektare,  yang rencana pengembangannya akan dibagi dalam beberapa klaster di antaranya klaster pariwisata dan klaster teknologi digital.

Menurut Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, kedua klaster yang merupakan bagian dari ekonomi kreatif tersebut, sangat tepat bagi Indonesia untuk dapat bersaing di tingkat global.

Dia menjelaskan, keberadaan KEK Singosari sangat strategis dalam mendukung Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) Bromo-Tengger-Semeru yang dikembangkan sebagai ‘Bali Baru’ dan menjadi ikon pariwisata Jatim.

Baca juga: Keluar PP, KEK Singosari Langsung Lakukan Groundbreaking

Destinasi prioritas Bromo-Tengger-Semeru diharapkan menghasilkan 1 juta wisatawan mancanegara (wisman) dengan perolehan devisa sekitar 1,2 miliar dolar AS.

“Jatim patut bersyukur terpilih di antara 10 DPP yaitu Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu dan Kota Tua Jakarta, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai,” ujar Arief dalam keterangan tertulisnya yang diterima obsessionnews.com, Rabu (9/10/2019).

Dengan ditetapkannya sebagai destinasi pariwisata prioritas pembangunan infrastruktur  dan fasilitas dasar jalan, air, listrik, dan internet yang difokuskan ke Bromo-Tengger-Semeru, begitu pula dengan ditetapkannya KEK Singosari, maka pemerintah pusat berkewajiban untuk membangun infrastrukur dan fasilitas dasar jalan, air, listrik, dan internet ke kawasan ini.

Baca juga: Candi Singosari Tempat Wisata Asyik di Malang

“Kawasan ekonomi khusus memberikan tiga keuntungan, yakni deregulasi dengan periizinan sangat cepat atau hanya 1 hari untuk izin membangun hotel, infrastruktur dan fasilitas dasar jalan, air, listrik, dan internet dibangun pemerintah pusat, dan insentif fiskal antara lain berupa tax holiday,” kata mantan Direktur Utama Telkom Indonesia itu.

Untuk itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berharap, Tim KEK Singosari segera mewujudkan rencana membangun klaster pariwisata dan klaster digital teknologi yang akan membawa Jatim sebagai provinsi yang unggul  di bidang digital teknolgi di Tanah Air.  “Jatim segera take off di bidang digital teknologi,” ujar Khofifah.

Ia mengaku, Menperin Airlangga Hartarto telah mengumumkan bahwa Jatim menjadi salah satu provinsi yang akan dijadikan pilot project di era revolusi industri 4.0. “Malang Raya akan menjadi tumpuannya dengan keberadaan KEK Singosari mempunyai klaster digital IT,” kata mantan Menteri Sosial ini.

Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Malang HM Sanusi yang mengharapkan keberadaan KEK Singosari akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Malang. ”Kita harapkan KEK Singosari akan banyak membuka lapangan kerja,” katanya. Ditargetkan KEK Singosari akan menyerap sebanyak 11.500 tenaga kerja. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.