Sabtu, 21 Mei 22

Kebakaran di Gili Lawa, Menpar Imbau Agen Wisata Lebih Disiplin Pandu Wisatawan

Kebakaran di Gili Lawa, Menpar Imbau Agen Wisata Lebih Disiplin Pandu Wisatawan
* Gili Lawa, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Kemenpar)

Jakarta, Obsessionnews.com – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengungkapkan keprihatiannya pada peristiwa kebakaran yang terjadi di Gili Lawa, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu lalu (1/8) lalu.

“Saya prihatin atas kejadian kebakaran hutan di Gili Lawa, Labuan Bajo, NTT. Jangan sampai kecelakaan serupa terjadi lagi,” kata Menpar melalui siaran pers, Jumat (3/8).

Dikutip Obsessionnews.com dari laman Facebook Kementerian Pariwisata disebutkan kebakaran yang terjadi di Gili Lawa  yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo sebagai salah satu destinasi prioritas Bali Baru, diduga berasal dari api yang dibuat oleh wisatawan (diduga puntung rokok/kembang api/api unggun) dan terus meluas karena angin yang cukup kencang. Karena itu Arief mengimbau keras kepada semua pihak, terutama para agen wisata agar lebih disiplin dalam memandu wisatawan.

“Ikuti aturan main, di destinasi apapun, baik alam, budaya maupun buatan. Begitu pun para wisatawannya, hormati aturan-aturan yang ada di destinasi wisata. Beritahu dan sosialisasikan kepada mereka sebelum berwisata,” tandasnya.

Pesona keindahan lanskap Gili Lawa memang telah menarik banyak wisatawan mancanegara (wisman) dan nusantara (wisnus) untuk datang, terutama untuk mengambil gambar yang “instagrammable”. Diduga kebakaran terjadi akibat foto pre-wedding yang menggunakan efek api hingga mengakibatkan 10 hektar area Gili Lawa terbakar. Arief  mengimbau para wisatawan agar jangan mengorbankan alam demi kreativitas, namun wajib menjaga dan melestarikan destinasi wisata untuk mewujudkan sustainable tourism.

“Kreativitas itu boleh, tetapi jangan sampai membahayakan keamanan, keselamatan, dan objek daya tarik wisatanya sendiri. Mari kita jaga bersama destinasi wisata kita, apalagi di daerah konservasi, agar sustainable,” tegas Arief.

Menurutnya, pariwisata harus memberi dampak positif pada ekologi, masyarakat, dan ekonomi.  Semakin kebudayaan dan alam dilestarikan, semakin menyejahterakan.

Kebakaran terjadi di Gili Lawa pada Rabu malam akibat api yang diduga berasal dari wisatawan. Api membakar 10 hektar perbukitan kawasan Gili Lawa ini. Hingga kini polisi masih terus melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini. (arh)

 

Baca juga:

Jangan Sampai Kebakaran Seperti Gili Lawa Terulang Lagi

Keren! Dukung Pariwisata, Wings Air Buka Rute Baru ke Labuan Bajo

Go Digital Siap Masuki Industri Pariwisata Labuan Bajo

Garuda Perluas Penerbangan Jakarta-Labuan Bajo

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.