Kamis, 9 Desember 21

Keamanan Pelabuhan Gagalkan Penyelundupan Ganja 42 Kg

Keamanan Pelabuhan Gagalkan Penyelundupan Ganja 42 Kg
* Seorang perempuan berhijab warna hitam dan dua protir saat memasukkan dua kardus besar ke dalam mesin pemindai X-Ray Terminal Penumpang Sementara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Rabu (6/5/2015). (Obsessionnews.com/Ari Armadianto)

Surabaya, Obsessionnews – Berbagai cara dilakukan bandar narkoba untuk meloloskan barang haram tersebut. Perbuatan itu juga diduga dilakukan oleh seorang perempuan berhijab warna hitam dengan kombinasi putih membawa 42 kilogram ganja kering di Terminal Penumpang Sementara (TPS) Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Rabu (6/5/2015) siang.

Ganja kering itu dimasukkan dua kardus besar yang masing-masing berisi 21 kilogram. Rencananya, ganja tersebut dibawa ke Makassar, Sulawesi Selatan melalui kapal KM Dobonsolo.

Dari hasil rekaman Closed-circuit television (CCTV) Terminal Penumpang, seorang buruh angkut barang (portir) Syaifudin dengan nomor punggung 199 dan Komarudin, terlihat menggendong 2 kardus berukuran besar yang diduga berisi puluhan kilogram paket ganja kering.

Sebelum barang haram tersebut masuk ke dalam mesin pemindai X-Ray, Syaifudin dan Komarudin bersama wanita berhijab tersebut berhenti sejenak di area parkir dekat pintu masuk terminal. Operator pemindai X-Ray dan petugas Port Facility Sequrty Officer (PFSO) Tanjung Perak sempat mencurigai isi dua kardus besar itu.

Mengetahui kecurigaan petugas atas barang bawaan tersebut, wanita berhijab tersebut berjalan kearah berlawanan dengan sang portir, seakan-akan ketiganya tidak saling kenal. Disaat petugas PFSO dan operator melihat layar mesin pemindai X-Ray, Syaifuun dan Komorudin dengan tergesa-gesa membawa barang tersebut ke atas kapal. Tidak jauh dibelakang, terlihat wanita berhijab itu membututinya.

DIDUGA PEMILIK GANJA 2

Menambah kecurigaan operator mesin pemindai X-Ray terminal penumpang dan petugas PFSO Tanjung Perak, ketika pemilik mencoba menyogok saat kedua kardus tersebut hendak dibongkar. Sayangnya, pemilik barang haram tersebut tidak ditemukan saat Syaifudin dan Komarudin disergap oleh petugas PFSO Tanjung Perak di atas kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni).

“Kami langsung kejar kedua portir ke atas kapal. Petugas menemukan mereka beserta barang di dek lima. Dua dus dibuka  ternyata ganja kering”, kata Komandan Pleton Keamanan Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Perak, Ahmad Sugiono.

Sementara itu, Asisten Manager Operasional Terminal Penumpang dan Ro-Ro PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Tanjung Perak, Fitria Kartikasari mengatakan, pihaknya menemukan barang yang mencurigakan tersebut saat terdeteksi X-Ray. Namun, kedua portir tersebut menghindar pemeriksaan sehingga dilakukan pengejaran oleh keamanan.

“Jelang keberangkatan kapal tujuan Makassar dan berakhir Jayapura pada pukul 13.00 WIB, petugas kami menemukan barang yang berbahaya itu di embarkasi”, tegas Fitria kepada wartawan di Control Room kantor Pelindo Tanjung Perak.  (GA Semeru)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.