Minggu, 25 September 22

Keakraban Mega-Arafat Diungkit Dalam Pertemuan Hasto dengan Dubes Palestina

Keakraban Mega-Arafat Diungkit Dalam Pertemuan Hasto dengan Dubes Palestina
* Sekertaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menerima kunjungan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Saleh Muhammad Al-Shun di kantor DPP PDIP di jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Jakarta, Obsessionnews.com – Duta Besar (Dubes) Palestina untuk Indonesia Zuhair Saleh Muhammad Al-Shun mengunjungi kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta. Kedatangan Zuhair disambut oleh Sekertaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira dan jajaran pengurus DPP PDIP.

Pertemuan antara pengurus DPP PDIP dan Duta Besar Palestina untuk Indonesia berlangsung tertutup. Selain sebagai bentuk silahturahmi, pertemuan ini juga membahas soal penggalangan dukungan kemerdekaan Palestina.

“Agar kita mengorganisir dukungan itu di dalam sidang umum PBB terhadap dukungan kepada Palestina,” ujar Hasto usai pertemuan di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Hasto menyebutkan harus ada langkah konkret untuk mendorong dukungan demi terwujudnya kemerdekaan kepada Palestina yang hingga kini masih terjajah oleh Israel. Terlebih, kata Hasto, adaanya aksi yang dilakukan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Yerusalem sebagai ibukota Israel. Tindakan tersebut harus dikecam bersama, karena Yerusalem sejak dulu merupakan kota suci di Palestina.

Hasto menerangkan galangan dukungan untuk Palestina tidak cukup dilakukan dalam forum konferensi Islam. Selain jalan diplomasi antar negara, juga diperlukan pendekatan dukungan politik khususnya dari negara-negara bermasyarakat Islam.

“Maka PDIP mengusulkan membentuk join politik dengan melibatkan parlemen DPR RI dan Palestina, untuk mendukung melalui parlemen negara yang mendukung kemerdekaan Palestina,” jelasnya.

“Kita juga menggunakan join committee untuk menggalang dukungan parlemen negara-negara lain khususnya negara Islam di Asia Afrika,” tambah Hasto.

Keakraban Megawati dengan Arafat

Yang menarik dalam petemuan ini PDI-P mengungkit keakraban Ketum PDIP yang juga Presiden kelima RI Megawati Sukarnoputri dengan mantan Presiden Palestina Yasser Arafat. Sebuah tayangan gambar yang memperlihatkan Megawati yang saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden menyambut kunjungan Yasser ke Indonesia dengan bergandengan tangan.

“Bagaimana sepanjang kunjungan selalu bergandengan tangan dengan Ibu Megawati. Suasana kebatinan dalam memperjuangkan (Kemerdekaan) Palestina. Jelas ini salah satu bentuk konsistensi perjuangan yang ditanamkan dengan baik oleh Bung Karno,” ucap Hasto.

Dia menuturkan, saat era Soekarno, sudah menunjukan perjuangan Indonesia membela kemerdekaan Palestina. Bahkan, Soekarno pernah menolak ikut Olimpiade lantaran Israel ikut berkompetisi.

“Persahabatan antara Bung Karno dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina sungguh sangat luar biasa. Dimana saat itu, tidak mengikuti Olimpiade karena menentang keikutsertaan Israel saat itu,” jelas Hasto.

Sementara itu, Dubes Palestina Zuhair Saleh, merasakan juga suasana yang menunjukan Kepedulian PDIP terhadap kemerdekaan Palestina. “Saya melihat dan bisa merasakan semakin peduli partai PDIP mengenai masalah Palestina. Dan rakyat Indonesia dan kemerdekaan dan penjajahan di Palestina,” tandas Zuhair. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.