Senin, 19 April 21

Ke Mana Butet Setelah Gantung Raket?

Ke Mana Butet Setelah Gantung Raket?
* Liliyana Natsir menyampaikan ucapan perpisahan sebelum laga final ganda campuran Indonesia Masters 2019. (BBC)

Teteskan Air Mata, Butet Gantung Raket

Maestro bulutangkis itu akhirnya gantung raket aias pensiun, setelah mengharumkan nama Indonesia di dunia olahraga. Final ganda campuran kejuaraan Indonesia Masters 2019 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (27/1) menjadi tonggak bersejarah bagi Liliyana Natsir, sebab setelah ajang itu ia resmi menggantungkan raket.

Dalam final tersebut, Liliyana Natsir atau juga dikenal dengan sebutan Butet yang berpasangan dengan Tontowi Ahmad, harus mengakui keunggulan ganda campuran Cina, Zheng Siwei dan Huang Yaqiong, dengan skor 21-19, 19-21 dan 16-21.

Laga final tersebut digelar setelah diadakan acara perpisahan Butet dan sekaligus penghormatan atas jasa-jasanya mengharumkan nama Indonesia di berbagai turnamen internasional. Butet dilaporkan meneteskan air mata ketika melihat rekaman video dari para pemain yang memberikan kesan-kesan tentangnya.

Ketika ia menyampaikan pesan-pesan, ia pun tak kuat menahan jatuh air matanya. Disebutkan bahwa ia mengakui bulutangkis merupakan dunia yang membesarkan namanya dan kini sudah tiba waktu baginya untuk memberikan kesempatan kepada para pemain junior untuk menjadi pemenang baru.

“Saya juga ingin menyampaikan pesan motivasi kepada adik-adik saya, para pemain muda. Kekalahan itu tidak memalukan, yang memalukan itu menyerah,” kata Butet seperti dilansir BBC News Indonesia, Minggu (27/1/2019).

Medali emas Olimpiade de Janeiro tahun 2016, diraih Butet bersama Tontowi Ahmad. Selain medali emas di Olimpiade, ia juga telah menjuarai berbagai turnamen bergengsi lain seperti All England dan kejuaraan dunia. Di dalam negeri, Butet yang berpasangan dengan Tontowi Ahmad menang sebagai juara Indonesia Terbuka 2017.

Selama kariernya, Butet banyak menghasilkan prestasi dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Empat gelar juara dunia (2005, 2007, 2013, 2017), tiga gelar juara All England (2012, 2013, 2014), serta satu medali emas Olimpiade (2016), menjadi bagian dari sederet prestasi yang telah ditorehkan Butet di arena bulutangkis.

Liliyana Natsir. (IDN Times)

 

Setelah Pensiun Mau Jadi PNS
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi tak cuma terkesan dengan kepiawaian Butet di bulutangkis. Sang Menteir terkejut dengan nilai ujian Butet dalam tes Aparatur Sipil Negara (PNS). Menpora Imam mendampingi Liliyana di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019). Mereka menemui Presiden Joko Widodo dua hari setelah Butet mengumumkan pensiun. Presiden mengatakan masa depan Liliyana telah dijamin lewat ASN (Aparatur Sipil Negara), dulu PNS (Pegawai Negeri Sipil).

Kepandaian Butet dalam mengikuti tes ASN ternata mengejutkan. Menpora Imam mengaku terkejut dengan hasil tes yang didapatkan Butet. “Yang pasti sangat mengejutkan sekali. Bahwa ketika proses ujian kompetensi dan administrasi, dia itu nilainya bagus sekali. Mungkin banyak yang tidak menduga karena dia banyak di lapangan. Tapi begitu masuk kepada proses seleksi dan ujian kompetensi, ternyata hasilnya sangat luar biasa si Butet,” kata Imam seperti dilansir detik.com.

Menpora juga menyebut tugas Butet jika menjadi PSN nanti. Butet diharapkan dapat menyuntikkan motivasi kepada atlet-atlet muda. “Rencananya, si Butet akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk memberikan motivasi dan inspirasi ke pelatda kemudian SKO, PPLP, posisi-posisi seperti itu,” ungkapnya.

Presdien Joko Widodo pun meminta agar Butet tak betul-betul meninggalkan bulutangkis usai pensiun. Butet diminta untuk menularkan semangat pantang menyerah kepada pemain muda. Butet sengaja datang menemui Presiden di Istana Merdeka guna menyampaikan niatnya untuk pensiun sebagai atlet bulu tangkis. Pertemuan Butet dengan Presiden berlangsung sekitar 30 menit di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019).

Presiden Jokowi menyampaikan kehilangan dengan pensiunnya pemilik emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro itu. Dia berharap agar prestasi Butet berlanjut kepada yang muda. “Tapi, tetap yang saya titipkan agar bisa memotivasi, muter ke seluruh klub-klub yang ada di daerah-daerah, di pelatihan-pelatihan yang di daerah-daerah, ke klub-klub,” kata Jokowi dalam situs Setkab.

Butet resmi pensiun pada Minggu (27/1). Pemilik medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro dan perak 2008 Beijing serta empat gelar juara dunia itu pamitan di Indonesia Masters. Di akhir ajang itu, dia menunjukkan penampilan maksimal menghadapi ganda China Zheng Siwei/Huang Yaqiong.

Butet meninggalkan sederet prestasi dan mengerek gengsi ganda campuran. Dia akan dikenang sebagai pengubah zaman. Ia pamitan lewat pesta kecil menjelang final Indonesia Masters 2019 kemarin. Dia mengucapkan selamat tinggal kepada bulutangkis.

“24 tahun saya berkarier di bulutangkis. Dan hari ini, Minggu, 27 Januari 2019, saya menyatakan pensiun menjadi atlet profesional bulutangkis,” ucap Butet sembari menyeka air mata yang menetes membasahi pipinya. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.