Sabtu, 19 Oktober 19

Kawal KPU Merupakan Jihad Konstitusi Rembuk Nasional Aktivis 98

Kawal KPU Merupakan Jihad Konstitusi Rembuk Nasional Aktivis 98
* Acara Konsolidasi Eksponen 98 yang bertajuk '98 Selamatkan Demokrasi'Demokrasi' di Graha Pena 98, Kemang Utara, Jakarta Selatan, Kamis (16/5/2019). (Foto: Istimewa)

Jakarta, Obsessionnews.com – Eskalasi politik nasional kian memanas jelang pengumuman dan penetapan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

Juru Bicara Rembuk Nasional Aktivis 98 Sayed Junaidi Rizaldi mengatakan, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto diduga secara terbuka dan jujur melakukan upaya makar melawan pemerintahan yang sah lewat people power.

Upaya people power atau yang punya asosiasi dengan kerusuhan masal dimulai dengan mendelegitimasi hasil pemilu. Secara terang-terangan Prabowo sudah menolak hasil keputusan KPU RI.

“Padahal keputusan resmi KPU RI belum ada atau baru akan dibacakan pada 22 Mei 2019 mendatang,” ujar Sayed di Graha Pena 98, Kemang Utara, Jakarta Selatan, Kamis (16/5/2019).

Artinya, lanjut Sayed, sudah sedari awal tidak ada itikad baik dan mereka hanya menjadikan demokrasi (Pemilu) sebagai batu loncatan untuk membuat perpecahan bangsa dan mencipta instabilitas nasional.

“Sehingga dengan cara licik dan bengis mau berebut kekuasaan,” jelasnya.

Dia menduga, Prabowo mau mencopet kekuasaan dengan segala cara, bahkan Prabowo tidak segan mengorbankan ribuan nyawa tak berdosa demi memenuhi ambisi.

“Oleh sebab itu, kami dari Rembuk Nasional Aktivis 98 akan melakukan aksi kawal KPU RI dengan menduduki dan menginap di KPU RI dari tanggal 21 Mei hingga 22 Mei 2019,” tegas aktivis itu.

Aksi ini akan melibatkan 5.000 aktivis 98 yang datang dari 34 provinsi se-Indonesia. Kawan-Kawan aktivis 98 yang datang dari berbagai daerah membawa aspirasi dan amanat perjuangan rakyat di 34 provinsi yang menghendaki KPU RI tetap kuat, independent dan professional.

Hal senada juga dikatakan oleh Abdullah Taruna yang juga Aktivis 98. Dia mengaku menjunjung tinggi iklim Pemilu yang demokratis yang bertujuan mempersatuan Indonesia.

Oleh sebab itu, demi menghindari ulah Prabowo, maka aktivis 98 akan melakukan upaya konstitusional sebagai warga negara dan sebagai insan gerakan yang telah melahirkan reformasi 98.

“Kami akan tetap menggerakan 5.000 aktivis 98 untuk menjaga dan mengawal KPU RI dari tindakan inkonstitusional dari para pihak yang hendak melemahkan dan mendelegitimasi KPU RI yang telah bekerja sesuai amanat konstitusi,” ujar Abdullah di acara yang sama.

Tidak ada satu pihak pun baik Kapolri atau Panglima TNI yang mampu membendung niatnya untuk mengawal KPU RI. “Karena kami siap lahir-bathin menerima segala resiko apapun dari segala tindakan kami,” tegasnya.

Dia mengaku, sejak awal pihaknya telah berjuang bersama capres nomor urut 01 Jokowi yang dianggapnya sebagai anak kandung reformasi. “Sehingga hanya Jokowi saja yang mampu meredam niat kami tersebut,” katanya.

Dia menegaskan, pemilu langsung telah berjalan sangat demokratis. “Sehingga mengawal KPU RI kami niatkan sebagai Jihad Konstitusi dari Rembuk Nasional Aktivis 98,” pungkas Abdullah.

Seperti diketahui, acara Konsolidasi Eksponen 98 yang bertajuk ’98 Selamatkan Demokrasi’ dihadiri oleh para aktivis 98, yakni Wahab Talaohu, Hengki Irawan, Sayed Junaedi Rizaldi, dan Abdullah Taruna. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.