Rabu, 28 Oktober 20

Kata Polisi Harun Sudah Dicari di Rumah, Tempat Saudara Tapi Tidak Ada

Kata Polisi Harun Sudah Dicari di Rumah, Tempat Saudara Tapi Tidak Ada
* Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono. (Foto: Humas Polri))

Jakarta, Obsessionnews.com – Polisi mengaku terus berupaya untuk mencari tersangka kasus korupsi suap di KPU Harun Masiku. Buronan KPK itu telah dicari untuk mempertangungjawabkan perbuatannya. Polisi bahkan mengaku sudah mencari Harun ke rumah pribadi dan rumah saudaranya, tapi tidak ada.

“Di rumahnya pun kita cari tidak ada. Di tempat-tempat lain yang sering, tempat nongkrong tidak ada, di tempat saudaranya tidak ada,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (11/2/2020).

Sudah lebih dari satu bulan Harun menjadi buronan KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pergantian antarwaktu anggota DPR di KPU. KPK juga mengaku kesulitan untuk mencari Harun. Padahal saat ada operasi tangkap tangan, Harun masih berada di Jakarta.

Argo tidak merinci daerah mana saja yang sudah disambangi polisi untuk mencari Harun. Menurutnya, proses pencarian terus dilakukan aparat kepolisian untuk memburu Harun Masiku.

Selain itu, Argo mengatakan, pihaknya masih menunggu informasi pencarian Harun dari seluruh polda hingga polres di daerah. Sebab, Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis telah memerintahkan Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo untuk menyebarkan poster Harun sebagai DPO ke seluruh polda dan polres di Indonesia.

“Kita masih menunggu daripada tingkat Polres maupun Polda di wilayah sejauh mana, apakah sudah menemukan atau belum,” katanya. Apabila menemukannya, Polri akan menyerahkan Harun ke KPK.

Diberitakan, KPK menetapkan empat orang tersangka dalam kasus suap ini yaitu Komisioner KPU Wahyu Setiawan, eks caleg PDI-P Harun Masiku, eks anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, dan seorang pihak swasta bernama Saeful.

KPK menetapkan Wahyu sebagai tersangka karena diduga menerima suap setelah berjanji untuk menetapkan caleg PDI-P Harun Masiku sebagai anggota DPR terpilih melalui mekanisme PAW. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.