Senin, 18 Oktober 21

Kata Demokrat: Tidak Melantik BG, Masalah Selesai

Kata Demokrat: Tidak Melantik BG, Masalah Selesai

Jakarta, Obsessionnews – ‎Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarif Hasan menilai, rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) membatalkan pelantikan Komjen Pol Budi Gunawan (BG) sebagai Kapolri dianggap sudah tepat. Sebab, menurutnya, dengan begitu konflik yang terjadi antara pihak Polri versus KPK akan segera berakhir.

Syarif berpendapat, alasan Partai Demokrat menolak pencalonan BG sebagai Kapolri karena Kepala Kemdiklat Polri itu dianggap tidak layak secara etika menduduki jabatan tertinggi di institusi Bhayangkara tersebut. Sikap tidak melantik BG ini, katanya, juga sekaligus dalam rangka menyelamatkan Polri dari stigma buruk di masyarakat.

“Dalam kondisi sekarang ini, kita harus selamatkan kedua lembaga (Polri dan KPK). Harapan kita ini cepat diselesaikan,” ‎ujarnya kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2015).

Ia pun mengaku, Demokrat akan tetap pada pendirian yang sama untuk menolak BG sebagai Kapolri. Bahkan, jelas dia, sejak awal saat BG hendak mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di DPR, Demokrat sudah cukup jelas menolak BG untuk diloloskan sebagai Kapolri di DPR.

“Demokrat tetap pada pendirian, waktu itu kan supaya ditunda fit and proper test. Jadi sesuai sikap waktu itu kan, artinya jangan diteruskan (pencalonan BG),” ‎terangnya.

Lebih lanjut menurut Syarif, Demokrat menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi untuk memilih lagi calon Kapolri yang tepat, dalam arti memiliki integritas yang tinggi, jujur dan bebas dari kepentingan. “Penunjukan Kapolri itu hak prerogatif presiden, kita harus menghormati itu. Namun, ada prosedur yang sudah baku yang harusnya diikuti,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, pihak Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sudah mengajukan sejumlah jenderal bintang tiga untuk menggantikan BG, yakni Wakil Kepala Polri (Wakapolri) Komjen Pol Badrodin Haiti, Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Komjen Pol Budi Waseso, Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Pol Dwi Riyatno, dan Kepada Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Putut Bayu Seno. (Albar)

Related posts