Senin, 29 November 21

Kasus Suap Hakim PTUN, KPK Periksa Gebernur Sumut dan OC Kaligis

Kasus Suap Hakim PTUN, KPK Periksa Gebernur Sumut dan OC Kaligis

Jakarta, Obsessionnews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai melakukan serangkaian pemeriksaan dalam penyidikan kasus dugaan suap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara. Sejumlah saksi pun dipanggil penyidik lembaga antirasuah itu untuk diperiksa sebagai saksi.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Media KPK, Priharsa Nugraha membenarkan nama Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho dan pengacara kondang, OC Kaligis adalah pihak yang dijadwalkan diperiksa penyidik hari ini.

“Dalam lanjutan dugaan TPK pemberian sejumlah hadiah terhadap hakim di PTUN Medan, pada hari ini penyidik KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Gubernur Sumut, seorang advokat OC Kaligis,” ujar Priharsa saat dihubungi Obsessionnews, Senin (13/7/2015).

Priharsa menjelaskan pemeriksaan terhadap Gatot dan Kaligis guna melengkapi berkas penyidikan M Yagari Bhastara Guntur alias Gary. Tersangka yang satu ini merupakan advokat yang bekerja pada kantor pengacara OC Kaligis & Associates.

“Akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MYG,” terang Priharsa.

Sebelumnya KPK menggeledah kantor Gubernur Sumut di Medan. Penggeledahan ini terkait pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Tripeni Irianto, dua anggota majelis hakim, yaitu Amir Fauzi dan Gumala Ginting, dan satu panitera pengganti bernama Yusril Sofian serta M Yagari Bhastara Guntur alias Gary.

Namun, KPK belum mau membeberkan hasil penggeledahan yang dilakukan di kantor Gubernur Sumut. Menurut Johan, pihaknya masih mengidentifikasi barang sitaan yang diamankan dari sana.

“Belum dapat informasi karena tim (penyidik) baru balik kemarin (dari Medan),” ujar Plt Wakil Ketua KPK Johan Budi SP. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.