Sabtu, 4 Desember 21

Kasus Siska, DPR Sarankan Pihak Korban Gugat Dinas Pariwisata

Kasus Siska, DPR Sarankan Pihak Korban Gugat Dinas Pariwisata
* Almarhumah Allya Siska Nadya

Kisah Malpraktik (11)
Kasus Siska, DPR Sarankan Pihak Korban Gugat Dinas Pariwisata

KASUS dugaan malpraktik yang dilakukan Dr Randel Cafferty di Klinik Terapi Chiropratic First The Spine dan Nerve Clinic (CF) di Pondok Indah Mall Jakarta Selatan, yang menimpa gadis cantik Allya Siska Nadya, mendapat perhatian dari anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani.

Berdasarkan penelusuran Obsessionnews.com klink terapi Chiropratic ini ternyata tidak mengantongi izin dari Dinas Kesehatan, melainkan dari Dinas Pariwisata DKI Jakarta. Kasus ini yang kemudian membuat pihak keluarga korban curiga bahwa klinik terapi Chiropratic ilegal.

Irma pun menyarankan pihak keluarga korban untuk menggugat Dinas Pariwisata. ‎Menurut Anggota komisi Kesehatan DPR RI ini, sesuai dengan aturan UU, klink kesehatan memang tidak dibolehkan meminta izin operasi selain kepada Dinas Kesehatan. Hal itu demi menjamin terpercayanya klink tersebut.

‎”Nah apa lagi itu! Mana boleh dinas pariwisata yang keluarkan izin. Dinas pariwisata bisa digugat jika ternyata dalam regulasi tidak berwenang keluarkan izin,” ujar Irma saat dihubungi Obsessionnews.com, Rabu (6/1/2016).

Politisi Partai Nasdem ini juga mengaku heran, mengapa saat ini banyak klink-klink kesehatan yang meminta izin operasi kepada Dinas Pariwisata, padahal itu bukan kewenangannya. Menurutnya, tidak hanya klnik, salon-salon kecantikan yang menawarkan operasi plastik izinya juga banyak yang bermasalah.

“Chiropractic itu khan Bukan salon kecantikan ? Untuk salon kecantikan saja yang izin nya dikeluarkan Dinas pariwisata Saya bingung apa lagi yang ini ? Sepertinya regulasi terkait hal-hal tersebut harus dibenahi‎,” tuturnya.

Kerabat melayat siska
Kerabat melayat Siska.

Diketahui, Siska meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, Jumat (7/8/2015) pagi. Dia diduga menjadi korban malpraktik saat menjalani treatment di Chiropractic First The Spine & Nerve Clinic Cabang Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan Kamis (6/8). Di klinik terapi asing itu dia ditangani oleh dr Randal Cafferty, warga negara asing (WNA).

Pada 5 Agustus 2015, untuk pertama kalinya Allya melakukan konsultasi dengan Dr Randall Cafferty, praktisi Chiropratic asal AS. Setelah melakukan interview dan mengisi formulir pengetahuan terhadap Chiropratic, serta masalah yang dihadapi, pada 6 Agustus, Allya kembali ke klinik kalangan the have tersebut. Ia membayar uang sejumlah Rp17 juta untuk pembayaran Therapy Adjustment sebanyak 40 kali sesuai dengan yang direkomendasikan Dr Randall Cafferty. “Karena terapi dilakukan setelah membayar lunas,” ungkap Alfian Helmy, ayah Siska.

Ada kejanggalan yang diperhatikan Alfian yang turut mengantar puterinya bersama sang isteri. Dalam sehari terapi dilakukan sampai dua kali, yakni sekitar pukul 13.00 dan 18.30 WIB. Namun apa daya, berharap anak menjadi lekas sehat, maka Alfian mengikuti kehendak klinik.

Arnisda Helmy, sang ibu, yang turut mengantar ke ruang terapi menggambarkan, salah satu metode terapi yang dilakukan meminta Allya pada posisi tengkurap di ranjang. Kemudian sang terapis menggerakkan kepala Allya ke kanan dan ke kiri beberapa kali, hingga pada tulang leher terdengar suara: kreeek.

Ketika perjalanan pulang ke rumahnya di kawasan Bintaro, Allya tak merasakan apa-apa. Tetapi, boro-boro rasa pegal di lehernya hilang, setiba di rumah sekitar pukul 23.00 malam ia meringkih akibat kesakitan sangat di bagian lehernya, hingga berteriak dan tersedu sedan.

Sang ayah panik, dan langsung melarikan Allya ke ICU RS Pondok Indah tengah malam itu juga. Ia ditangani oleh Dr Fahreza Aditya Neldy, untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Tetapi man proposes but God disposes. Manusia berusaha tetapi Tuhan juga yang menentukan. Takdir memanggil Allya. Ajal tiba tepat pukul 06.15 pagi WIB menjelang mentari bersinar. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

Randall Cafferty
Randall Cafferty

Pengacara Keluarga Siska Datangi Polda
Pihak keluarga Allya Siska, yang diduga menjadi korban malpraktik Chiropractic First The Spine & Nerve Clinic mendorong kepolisian memproses hukum kasus kematian Siska.

Sejak kasus kematian Siska dilaporkan, hingga kini polisi belum menetapkan satupun tersangka. Keluarga berharap pembunuh Siska harus dihukum setimpal dengan perbuatan yang telah dilakukan.

“Sebagai pihak yang dirugikan, saya minta ada tindakan kepada pihak yang bertanggung jawab,” ujar ayah korban, Alfian Helmy Hasjim saat dihubungi Obsessionnews, Rabu (6/1/2016).

Pengacara keluarga, Rosita P Radjah juga menanggih komitmen polisi menangani kasus Siska. Rencananya, Kamis (7/1/2016) besok, Rosita akan menyambangi Polda Metro Jaya guna menanyakan perkembangan dari penyidik.

“Besok saya sih ada minta tolong dari lawyer saya, jadi besok saya mau ketemu penyidiknya,” kata dia saat dihubungi terpisah.

Siska meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, Jumat (7/8/2015) pagi. Dia diduga menjadi korban malpraktik saat menjalani treatment di Chiropractic First The Spine & Nerve Clinic Cabang Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan Kamis (6/8). Di klinik terapi asing itu dia ditangani oleh dr Randal Cafferty, warga negara asing (WNA).

Pada 5 Agustus 2015, untuk pertama kalinya Allya melakukan konsultasi dengan Dr Randall Cafferty, praktisi Chiropratic asal AS. Setelah melakukan interview dan mengisi formulir pengetahuan terhadap Chiropratic, serta masalah yang dihadapi, pada 6 Agustus, Allya kembali ke klinik kalangan the have tersebut. Ia membayar uang sejumlah Rp17 juta untuk pembayaran Therapy Adjustment sebanyak 40 kali sesuai dengan yang direkomendasikan Dr Randall Cafferty.

“Karena terapi dilakukan setelah membayar lunas,” cerita Alfian.

Ada kejanggalan yang diperhatikan Alfian yang turut mengantar puterinya bersama sang isteri. Dalam sehari terapi dilakukan sampai dua kali, yakni sekitar pukul 13.00 dan 18.30 WIB. Namun apa daya, berharap anak menjadi lekas sehat, maka Alfian mengikuti kehendak klinik.

Arnisda Helmy, sang ibu, yang turut mengantar ke ruang terapi menggambarkan, salah satu metode terapi yang dilakukan meminta Allya pada posisi tengkurap di ranjang. Kemudian sang terapis menggerakkan kepala Allya ke kanan dan ke kiri beberapa kali, hingga pada tulang leher terdengar suara: kreeek.

Ketika perjalanan pulang ke rumahnya di kawasan Bintaro, Allya tak merasakan apa-apa. Tetapi, boro-boro rasa pegal di lehernya hilang, setiba di rumah sekitar pukul 23.00 malam ia meringkih akibat kesakitan sangat di bagian lehernya, hingga berteriak dan tersedu sedan.

Sang ayah panik, dan langsung melarikan Allya ke ICU RS Pondok Indah tengah malam itu juga. Ia ditangani oleh Dr Fahreza Aditya Neldy, untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Tetapi man proposes but God disposes. Manusia berusaha tetapi Tuhan juga yang menentukan. Takdir memanggil Allya. Ajal tiba tepat pukul 06.15 pagi WIB menjelang mentari bersinar.

Kasus dugaan malpraktik Siska ini pertama kali diberitakan oleh situs berita Obsessionnews.com, baru kemudian diberitakan oleh berbagai kalangan media massa. (Bersambung)

(Tim Obsessionnews)

Baca juga:

Allya Siska, Gadis Cantik Wafat Setelah Terapi

‘Pembunuh’ Siska Diduga Kabur, Polisi Sudah Proses Hukum

Anggota DPR ini Nyaris Jadi Korban Tewas Mirip Siska

Terapis ‘Pembunuh’ Siska Tersangkut Kasus Malpraktik di AS

Kasus Malpraktik Siska, IDI Belum Dipanggil Polda

Siska dan Dunia Sosmed

Siska Korban Malpraktik, Adik yang Pemberani

Dinkes DKI Akan Pelajari Kasus Dugaan Malpraktik Klinik CF

Salah Terapi di Chiropractic, Nyawa Adikku Melayang 6 Jam

Bayar Pengobatan 17 Juta, Siska Malah Meninggal

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.