Minggu, 22 Mei 22

Kasus Papua, Parmusi Minta Kaum Muslim Menahan Diri

Kasus Papua, Parmusi Minta Kaum Muslim Menahan Diri

Jakarta, Obsessionnews – Ketua Umum PP Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), H. Usamah Hisyam meminta kaum muslim Indonesia tidak terprovokasi oleh aksi penyerangan kaum Nasrani terhadap umat Islam yang sedang merayakan sholat Ied di Markas Koramil 1702-11/Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, 17 Juli 2015 kemarin.

“Kami mengimbau kepada kaum muslim di provinsi lain, khususnya wilayah yang mayoritas muslim, untuk dapat menahan diri dan tidak terprovokasi oleh aksi yang dilakukan kelompok-kelompok intoleran di Tolikara, Papua,” tegas Usamah di Jakarta, Sabtu (18/7).

Karena itulah, Usamah mendesak Menko Polhukam dan aparat hukum segera bertindak tegas agar kasus ini tidak merembet ke daerah lain.

“Kasus ini harus dilokalisir. Karena kaum muslim di wilayah-wilayah yang mayoritas muslim selama ini sudah bersikap toleran terhadap warga non muslim, karena itu jika ada tindakan intoleran yang dilakukan masyarakat non muslim terhadap kaum muslim maka pemerintah harus bertindak tegas, Menko Polhukam harus turun tangan, aparat hukum tidak boleh tinggal diam kalau tidak ingin masalah ini berlarut-larut,” ujarnya.

Untuk meredam kasus ini, lanjut Usamah, sebenarnya sangat mudah dilakukan oleh aparat hukum karena pelakunya sudah sangat jelas dan dilakukan secara tersistem oleh mereka yang tergabung dalam Gereja Injili di Indonesia (GIDI). Berdasarkan informasi yang didapat, sebelumnya GIDI pada tanggal 11 Juli 2015 telah memberikan surat selebaran yang mengatasnamakan Jemaat GIdi dan berisi “GIDI Wilayah Toli, selalu melarang agama lain dan gereja Denominasi lain tidak boleh mendirikan tempat-tempat ibadah lain di Kabupaten Tolikara” dan melarang berlangsungnya kegiatan ibadah shalat Ied Umat muslim di kabupaten Tolikara yang ditandatangani oleh Pendeta Mathen Jingga S.Th Ma dan Pendeta Nayus Wenda S.Th.

“Saya kira, itu sudah sangat jelas. Siapa kelompok-kelompok intoleran diTolikara itu, seharusnya tidak perlu menunggu lama, aparat hukum sudah bekerja dan memberikan tindakan hukum yang tegas kepada mereka. Karena kelompok intoleran ini sangat berbahaya bagi kerukunan NKRI. Betapa tidak, terhadap kegiatan keagamaan yang dilakukan di sebuah markas militer saja mereka berani melakukan penyerangan, bagaimana di tempat lain? Karenanya, pemerintah juga patut mewaspadai ini adalah gerakan yang didesain khusus untuk memecah belah NKRI dan dimulai dari Tolikara,” ia menandaskan. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.