Minggu, 26 September 21

Kasus Mobil Listrik, Dahlan Hanya Jalankan Program yang Disetujui

Kasus Mobil Listrik, Dahlan Hanya Jalankan Program yang Disetujui

Jakarta, Obsessionnews – Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan memenuhi panggilan penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung (Kejagung), untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi 16 unit mobil listrik di 3 BUMN senilai Rp 32 miliar.

Dahlan yang datang ke Kejagung didampingi kuasa hukumnya, Yusril Ihza Mahendra. Dahlan sempat duduk di sofa lobi Gedung Bundar sebelum akhirnya masuk ke ruang pemeriksaan. Namun Dahlan enggan berkomentar.

“Pemeriksaan sedang berlangsung. Beliau (Dahlan) diperiksa sebagai saksi. Berbagai hal terkait gagasan mobil listrik dibahas dalam rapat kabinet, dan beberapa kali diucapkan Presiden SBY dalam pidatonya,” ujar Yusril di Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2015).

Yusril mengungkapkan, saat pelaksanaan APEC 2013 lalu, mobil itu digunakan sebagai ajang promosi dan sudah disetujui dalam rapat kabinet. “Jadi Pak Dahlan hanya menjalankan program yang sudah disetujui,” katanya.

Menurut dia, mobil yang belakangan dihibahkan ke sejumlah universitas negeri itu, dibeli dari uang sponsor, yakni BUMN. Sama sekali tidak menggunakan uang negara.

“Kementerian gak ikut sama sekali. Tanya saja pada BUMN yang bersangkutan. Mobilnya kan sudah jadi, buat promosi, sudah promosi APEC mungkin sudah tak dibutuhkan, makanya diserahkan ke universitas,” kata Yusril.

Dalam kasus ini, penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung telah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Keduanya yakni Dirut Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Agus Suherman dan Direktur PT Sarimas Ahmadi Pratama, Dasep Ahmadi.

Saat kasus dugaan korupsi ini terjadi, tersangka Agus Suherman ‎menjabat Kepala Bidang PKBL di Kementerian BUMN. Sedangkan tersangka Dasep Ahmadi merupakan pihak swasta yang mengerjakan pengadaan 16 unit mobil listrik tersebut.

Hasil penyelidikan tim satgasus, diduga ada penyimpangan. Sebab, 16 mobil itu tidak dapat digunakan. Selain itu, mobil tersebut dihibahkan ke UI, ITB, UGM, Universitas Brawijaya, dan Universitas Riau‎ tanpa ada kerjasama.

Penyidik masih terus memeriksa kasus ini dan mencari alat bukti untuk menetapkan tersangka lain.

Kasus dugaan korupsi 16 unit mobil listrik di 3 BUMN ini terjadi saat Dahlan Iskan menjabat sebagai Menteri BUMN. Dalam kasus ini, Dahlan juga diduga memerintahkan sejumlah BUMN menjadi sponsor pengadaan mobil listrik itu untuk mendukung kegiatan operasional konferensi APEC 2013, di Bali. Namun mobil tersebut tidak bisa digunakan. Akibatnya, ketiga BUMN tersebut mengalami kerugian.‎ (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.