Sabtu, 4 Desember 21

Kasus Malpraktik Siska, IDI Belum Dipanggil Polda

Kasus Malpraktik Siska, IDI Belum Dipanggil Polda
* Almarhumah Allya Siska Nadya (kiri)

Kisah Malpraktik (6)
Kasus Malpraktik Siska, IDI Belum Dipanggil Polda

KLINIK Chiropractic First The Spine & Nerve Clinic cabang Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, dilaporkan oleh Arnisda Helmy dan Alfian Helmy Hasjim ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya pada12 Agustus 2015 atas kematian anaknya, Allya Sisca Nadya pada 7 Agustus 2015, yang diduga akibat malpraktik yang dilakukan oleh dr Randal Cafferty.

Baca juga:

Allya Siska, Gadis Cantik Wafat Setelah Terapi

Bayar Pengobatan 17 Juta, Siska Malah Meninggal

Salah Terapi di Chiropractic, Nyawa Adikku Melayang 6 Jam

Siska Korban Malpraktik, Adik yang Pemberani

Siska dan Dunia Sosmed

Namun, pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pusat hingga kini belum mendapat panggilan dari unit Polda Metro Jaya. “Informasi (kasus Siska) darimana? Biasanya, kalau belum dilimpahkan di IDI pusat berarti IDI Jakarta Selatan (Jaksel) yang dipanggil, bukan di sini,” ucap salah seorang Humas Pengurus Besar IDI, Indra Bustomi kepada Obsessionnews, Selasa (5/1/2016).

“Kita belum tahu permasalahannya, coba tanyakan di IDI Jaksel,” pintanya.

Menurut Indra Bustomi, izin praktek prosedur dokter orang asing tidaklah gampang, salah satu persyaratannya harus beradaptasi dahulu dan harus menguasai bahasa Indonesia.

“Lebih lanjutnya, silakan wawancara dengan Ketua Umum IDI,” tuturnya.

Diketahui, laporan orang tua korban Arnisda Helmy dan Alfian Helmy Hasjim telah diterima Ditreskrimum Polda Metro Jaya dengan Nomor: P/3176/VIII/2015/PMJ/Ditreskrimun tanggal 12 Agustus 2015.

Selanjutnya, pihak Ditreskrimum Polda Metro Jaya tanggal 8 September 2015 memanggil Alfian Helmy Hasjim dengan surat panggilan No: S. Pgl/16627/IX/2015/Ditreskrimun, Elvita Natassa (kakak Sisca) dengan surat panggilan No: S. Pgl/16628/IX/2015/Ditreskrimun, dan Arnisda Helmy dengan surat panggilan No: S. Pgl/16631/IX/2015/Ditreskrimun, untuk datang ke Unit I Subditenakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kamis, 10 September 2015 pukul 13.00 WIB. Surat panggilan tersebut ditandatangani Kasubdit V Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Suparmo SH selaku penyidik.

Alfian, Elvita dan Arnisda diperiksa sebagai saksi oleh penyidik/penyidik pembantu AKP Arief Vidyanto, SH/Bripka Arif Saifudin, SH. Hal ini terkait dugaan tindak pidana karena kelalaian mengakibatkan orang meninggal dunia, dan memberikan pelayanan medis tidak sesuai dengan standar operasional prosedur, yang terjadi pada 6 Agustus 2015 di Chiropractic First The Spine & Nerve Clinic Cabang Pondok Indah Mall, yang dilakukan oleh terlapor dr Randal Cafferty (WNA), sebagaimana dimaksud dalam Pasal 359 KUHP dan Pasal 79 UU RI no. 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran.

Siska 9

Impian Keluar Negeri Terkubur
Impian Allya Siska Nadya akan berangkat ke luar negeri pada 15 Agustus 2015 untuk menuntut ilmu tidak pernah terwujud. Sebelum terbang ke luar negeri, dia terlebih dahulu mengobati penyakit tulang belakangnya. Siska berobat di Chiropractic First The Spine & Nerve Clinic Cabang Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan. Di klinik terapi asing tersebut Siska ditangani dr Randal Cafferty, seorang warga negara asing (WNA).

Namun, bukan kesembuhan yang diperolehnya. Siska malah menjadi korban malpraktik, yang berujung dia harus mengakhiri kontrak hidupnya di dunia. Kasus kematian Siska telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh keluarganya. Dan saat ini kasus tersebut tengah ditangani oleh pihak kepolisian.

Siska yang dilahirkan di Jakarta 28 Desember 1982 adalah buah hati pasangan Alfian Helmy Hasjim dan Arnisda. Pada periode 2002-2005 dia kuliah di Queensland University of Technology Brisbane, Australia, mengambil jurusan media dan komunikasi.

Dia memanfaatkan ilmunya dengan bekerja di sejumlah perusahaan. Pada Januari-Oktober 2007 Siska bekerja di PT Dharmapena Citra Media, Jakarta, yang bergerak di bidang penerbitan majalah, konsultan media, dan periklanan. Dia bertugas sebagai analis media.

Kemudian bekerja sebagai karyawan Humas PT Bakrie & Brothers Tbk pada periode Oktober 2007-Juli 2009. Setelah itu bekerja di PT AXA Services Indonesia periode Desember 2010-Januari 2011.

Selanjutnya bekerja sebagai Assistant Marketing Communications Manajer A5-Star Resort di Bali pada Februari-Agustus 2011.

Gemar tantangan Siska kemudian bekerja sebagai karyawan Humas PT SMART di Jakarta pada Desember 2011-Maret 2012.

Kemudian dia bekerja sebagai koordinator Humas PT Bumi Resources Tbk di Jakarta periode Maret 2012-Mei 2015.

Siska tidak pernah berhenti mengembangkan dirinya. Ia ingin terus-menerus memperluas cakrawala pemikirannya. Dia berencana ke luar negeri untuk menimba ilmu pada Sabtu, 15 Agustus 2015. Namun, dia menghadapi masalah dengan kesehatannya. Dia menderita sakit tulang belakang.

Rabu (5/8/2015) pukul 16.00 WIB Siska untuk pertama kalinya mengunjungi Chiropractic First The Spine & Nerve Clinic Cabang Pondok Indah Mall. Pihak klinik menawarkan 30-40 kali treatment, di mana sehari 2 kali treatment.

Keesokan harinya, Kamis (6/8) pukul 13.00 WIB Siska datang lagi ke klinik tersebut untuk menjalani treatment yang pertama kali. Dia ditangani oleh dr Randal Cafferty. Setelah diterapi, pukul 18.45 WIB kembali ke rumahnya di Jl. Bintaro Raya No. Kav. A Bintaro, Jakarta Selatan.

Sesampai di rumah, Siska minta tolong kepada asisten rumah untuk menurunkan barang-barang di mobil. Hal itu mengindikasikan dia tidak sehat. Karena biasanya dia membawa barang-barangnya sendiri.

Tak lama kemudian Siska balik lagi ke Chiropractic First The Spine & Nerve Clinic untuk menjalani treatment yang kedua kalinya. Treatment tersebut berlangsung sekitar 3 menit. Setelah itu Siska kembali ke rumahnya pukul 20.00 WIB.

Ayah dan ibunya melihat wajah Siska pucat. Siska bercerita kepada kedua orang tuanya, bahwa lehernya sakit setelah menjalani terapi.

Pukul 22.00 WIB Cica, demikian panggilan akrabnya, naik ke lantai atas untuk beristirahat. Di kamarnya itu dia tidak langsung tidur, tapi masih asyik bermain Iphone.

Sekitar pukul 23.15 WIB dia menelepon ke kamar orang tuanya sambil berteriak,”Cica sakit….Cica kesakitan….”

Alfian terkejut dan segera membangunkan isterinya. Mereka kemudian bergegas menuju ke kamar Siska. Mereka melihat Siska duduk di pinggir tempat tidur. Mereka menawarkan membawa Siska pergi ke rumah sakit. Allya langsung setuju. Biasanya dia menahan diri kalau ditawari pergi ke rumah sakit, tapi kali ini langsung mengiyakan.

Kerabat melayat siska
Kerabat melayat Siska.

Pembuluh Darah Pecah
Pada Jumat (7/8) dini hari Siska dibawa ke Rumah Sakit (RS) Pondok Indah. Pada pukul 01.07 dia berteriak-teriak kesakitan. Pukul 02.35 WIB Siska mengalami kejang-kejang. Pukul 03.35 WIB dia tidak sadarkan diri. Terdapat bengkak di sekitar bahu belakangnya di sebelah kanan.

Dokter Chippy yang menangani Siska menyampaikan hasil diskusinya dengan rekan dokternya yang hadir pada saat itu kepada Alfian. Disimpulkan diperkirakan telah terjadi pembuluh darah yang pecah di bagian leher Siska yang pecah. Namun, pembuluh darah tersebut pembuluh darah kecil, sehingga diperkirakan tidak akan menimbulkan dampak yang besar. Untuk itu perlu dilakukan MRI guna menentukan lokasi yang pasti. Tetapi, hal tersebut belum bisa dilakukan mengingat kondisi Siska yang belum stabil.

Dokter kemudin meminta pihak RS untuk menyiapkan ICCU. Dokter juga meminta pihak keluarga Siska mempersiapkan administrasi. Alfian menyatakan sudah membayar administrasi untuk keperluan perawatan 10 hari.

Tak lama setelah itu Siska sempat sadar sebentar. Dia meronta karena kesakitan, alat ventilator di mulutnya dilepas. Dokter kemudian menidurkan kembali Siska agar tenang.

Dokter UGD mengatakan akan memberikan obat jantung yang paling maksimal. Tetapi, apabila setelah obat itu diberikan dan detak jantung tidak naik, Siska akan sangat sulit ditolong.

Pukul 04.45 WIB dokter minta izin untuk memompa jantungnya supaya dia bisa bertahan. Dokter meminta keluarga untuk bersiap-siap. Dokter memompa jantung Siska selama kurang lebih 30 menit. Setelah 30 menit, semua usaha yang diperlukan sudah dilakukan. Namun sudah tidak direspons lagi oleh tubuhnya. Siska meninggal dunia.  (Bersambung)

(Tim Obsessionnews)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.