Rabu, 27 Oktober 21

Kasus Korupsi, Eks Presiden Brasil dan Isteri Ditangkap dan Diadili!

Kasus Korupsi, Eks Presiden Brasil dan Isteri Ditangkap dan Diadili!
* Mantan presiden Brasil, Lula da Silva, ditangkap karena diduga terlibat korupsi. Lula kemungkinan akan maju kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada 2018. (BBC)

Brasil – Kejaksaan Brasil mendaftarkan gugatan kasus dugaan korupsi yang dilakukan mantan presiden Brasil, Lula da Silva. Lula tetap menyangkal semua tuduhan itu, dan menyatakan kasus itu sarat muatan politik.

Lula terseret kasus pencucian uang setelah pihak berwenang melakukan penyelidikan besar-besaran terhadap dugaan kasus korupsi yang terjadi di perusahaan minyak milik pemerintah Brasil, Petrobas.

Lula ditangkap pada Jumat (4/3) lalu untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan kepemilikan apartemen mewah. Lula dan istrinya, Marisa Leticia, diduga memiliki apartemen mewah di sebuah kawasan resort ekslusif di Guaruja.

Selain Lula dan istrinya, ada 14 orang lainnya yang mengahadapi tuntutan hukum dari Kejaksaan Sao Paulo, terkait kasus pencucian uang. Anak Lula da Silva, juga menjadi salah satu tersangka yang masuk di dalam daftar penyelidikan jaksa.

Tuntutan jaksa belum diterima secara resmi oleh pengadilan.

Kuasa hukum Lula, Cristiano Zanin Martins, mengaku tidak bisa mendapatkan akses yang cukup untuk mendampingi kliennya. “Tindakan pembatasan akses, menunjukkan kasus Lula ini bias”, ujarnya.

Presiden Brasil, Dilma Rousseff (tengah) berfoto bersama Lula dan istrinya, Marisa, sehari setelah penangkapan Lula di Sao Paulo. Rousseff adalah rekan politik Lula. (BBC)
Presiden Brasil, Dilma Rousseff (tengah) berfoto bersama Lula dan istrinya, Marisa, sehari setelah penangkapan Lula di Sao Paulo. Rousseff adalah rekan politik Lula. (BBC)

Kejaksaan Sao Paulo menyatakan, apartemen mewah milik Lula direnovasi besar-besaran oleh salah satu kontraktor terbesar di Brasil, OAS.

Apartemen tersebut sebenarnya dimiliki oleh OAS, dan sedang dalam proses penyelidikan. Penyelidik menduga sejumlah politisi dan pejabat senior di Petrobas menerima suap berupa pemberian apartemen mewah, untuk mendapatkan kontrak kerja sama yang menguntungkan.

Seperti dilansir BBC, Lula (70 tahun) membantah semua tuduhan, dan mengaku tidak pernah memiliki apartemen mewah itu. Lula justru menuduh jaksa telah melakukan tindakan yang tidak proporsional.

Penangkapan Lula tidak hanya menuai kritik dari para pendukungnya. Sejumlah politisi dan hakim, juga menganggap penangkapan Lula berlebihan. Pendukung Lula menilai, penangkapan mantan orang nomor satu di Brasil itu dilakukan untuk merusak reputasi Lula, yang dikabarkan akan mencalonkan diri kembali sebagai calon presiden pada tahun 2018 mendatang.

Lula menjadi presiden Brasil dari 2003 hingga 2011. Pemerintahannya didukung Dilma Rousseff, presiden Brasil saat ini, yang juga merupakan ‘anak didik’ Lula dalam dunia politik Brasil.

Rousseff bersama ratusan pendukung Lula lainnya, turun ke jalan untuk menunjukkan dukungannya pada Lula, Sabtu pekan lalu.

Skandal korupsi di Petrobas juga sempat mendorong beberapa unjuk rasa yang menuntut agar Presiden Rouseff mundur karena dugaan korupsi terjadi ketika dia menjadi pimpinan di Petrobras. (BBC)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.