Senin, 27 Juni 22

Kasus Impor Daging, Elda Dituding Makelar

Hasan S
Jakarta – Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi) Thomas Sembiring dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kasus dugaan suap pengurusan kuota impor daging sapi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (29/7/2013). Dalam Keterangannya Thomas menyebut Ketua Asosiasi Perbenihan Indonesia Elda Devianne Adiningrat sebagai makelar kuota impor daging.
“Dia (Elda) telepon saya dan dia bilang ada kuota daging. Saya pikir pastilah (makelar) karena jabatan dia bukan importir. Jadi, saya berpikir dia makelar kuota daging,” kata Thomas.
Thomas mengaku pernah ditawari penambahan kuota impor daging sebanyak 10.000 ton pada 2013 namun tawaran itu ditolak. Menurut Thomas, alokasi tahun 2012 disepakati yakni 34 ribu ton sehingga tidak mungkin Elda bisa menambah kuota 10 ribu ton. “Dia bilang bisa urus di atas 10.000 ton. Saya langsung tidak percaya. Kalau dia bilang bisa 10 ribu ton tidak mungkin, karena akan timbulkan gejolak di antara para importir,” terangnya.
Dalam kasus ini, Elda dinilai sebagai orang yang membantu mengurus perizinan kuota impor daging PT Indoguna Utama. Berdasarkan BAP Elda yang pernah dibacakan di persidangan waktu lalu, disebutkan Elda mengaku bertemu dengan Ahmad Fathanah terdakwa lain kasus ini dan Direktur PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman di Senayan City pada 30 Desember 2012.
Dalam pertemuan itu, menurut BAP Elda, Fathanah menyampaikan hasil pertemuannya dengan sejumlah petinggi PKS di Lembang. Fathanah mengaku sudah bicara dengan Luthfi, Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin, dan Menteri Pertanian Suswono dalam pertemuan di Lembang tersebut. Menurut Fathanah, seperti yang dituturkan Elda dalam BAP-nya, pertemuan di Lembang itu menghasilkan kesepakatan bahwa Maria akan dibantu dalam kepengurusan penambahan kuota impor daging sapi, sementara Mentan akan membaca situasi dan kondisinya.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.