Jumat, 24 September 21

Kasus ‘Bokong Semar’ Capai Titik Terang

Kasus ‘Bokong Semar’ Capai Titik Terang

Semarang, Obsessionnews – Persidangan dengan terdakwa mantan Walikota Tegal, Ikmal Jaya dalam kasus penggelembungan harga tanah kasus korupsi tukar guling tanah bengkok Pemerintah Kota Tegal di daerah Bokong Semar semakin menemui titik terang. Diduga beberapa pihak turut bermain hingga harga tanah naik 10 kali lipat dari harga normal.

Mantan Walikota Tegal periode 1999-2009, Adi Winarso ikut menghadiri sidang sebagai saksi. Ia menjelaskan proyek Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bokong Semar memang program yang dirancang dirinya sewaktu menjabat dengan anggaran Rp 3,5 miliar.

“Anggaran itu rencananya untuk pengadaan tanah di lokasi tersebut. Karena ada sekitar 13,5 hektar tanah yang dikuasai oleh pihak perseorangan,” kata dia di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (25/5).

Menurutnya, terkait program itu pihaknya sudah mempersiapkan Detail Engineering Design (DED). Sedangkan, harga tanah yang tertera di DED guna pembebasan lahan seluas 13,5 hektar hanyalah senilai Rp 25.000. “DED itu sudah ada pada tahun 2005. Dalam DED tersebut, harga tanah di lokasi Bokong Semar itu hanya Rp 25.000 permeter persegi. Jumlah total Rp 2 miliar,” terang Adi di hadapan ketua majelis hakim, Torowa Daeli.

“Namun karena waktu tidak cukup, akhirnya proyek itu tidak dapat terlaksana saat kepemimpinan saya,” imbuhnya.
Persoalan mulai terjadi dimana ada pengajuan tukar guling tanah Pemkot Tegal yang diajukan pihak swasta di dekat lokasi. Mereka merasa terganggu dengan adanya tanah bengkok milik Pemkot Tegal. Hal ini disampaikan saksi mantan Camat Margadana yang juga mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kota Tegal, Hartoto.

”Mereka (pihak swasta) mengajukan, kemudian setelah rapat akhirnya disetujui oleh Walikota Tegal Ikmal Jaya,” ujarnya

Ketika ditanya dugaan markup harga tanah terhadap objek perkara, Hartoto terkesan menghindar. Meski begitu, saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membacakan Berita Acara Pemeriksaan atas keterangan Hartoto terkait usaha menaikan harga tanah Bokong Semar mencapai 10 kali lipat dan menurunkan harga tanah bengkok Pemkot Tegal, pihaknya membenarkan.

Tak hanya itu, Hartoto juga menganggukan kepada jika timbul kesengajaan dalam proses pertukaran agar harga tanah seolah seimbang. “Ia, memang seperti itu. Itu memang benar keterangan saya saat diperiksa,” ucapnya singkat.

Mendengar kesaksian itu, terdakwa keberatan dengan keterangan Mantan Walikota Tegal, Adi Winarso. Dirinya berujar, harga tanah Bokong Semar senilai Rp 25.000 muncul sebelum tanah secara sah menjadi milik Pemkot. Ikmal beralasan sebagian tanah adalah milik Pemerintah Kabupaten Brebes sehingga harga NJOP Rp 25.000 sesuai daerah tersebut. Ia membantah jika melakukan proses mark up karena perhitungan NJOP sudah sesuai karena melibatkan tim ahli dan merupakan hasil kajian tim appraisal.

“Jadi mana mungkin tanah di daerah itu tahun 2008 masih seharga Rp25.000. Soalnya, tanah untuk Jalan Lingkar Utara yang lokasinya tidak jauh dari daerah Bokong Semar harganya sudah Rp75.000 permeter,” pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Mantan Walikota Tegal Ikmal Jaya didakwa melakukan korupsi dalam kasus tukar guling tanah Bokong Semar Kota Tegal hingga merugikan keuangan negara Rp 35 miliar. Dalam dakwaannya, JPU dari KPK menjerat terdakwa dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 2,3 dan 8 jo Pasal 18 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.