Minggu, 24 Maret 19

Kartu Prakerja Demi Tingkatkan Kualitas SDM Anak Bangsa

Kartu Prakerja Demi Tingkatkan Kualitas SDM Anak Bangsa
* Ilustrasi Kartu Prakerja. (Foto: Geotimes)

Jakarta, Obsessionnews.com – Cawapres nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin menyatakan mendukung gagasan Jokowi mengenai Kartu Prakerja yang belakangan banyak dikritisi oleh kubu Prabowo-Sandi. Karena itu, dirinya akan membawa gagasan tersebut dalam debat ketiga Pilpres 2019.

Program ini memungkinkan para lulusan SMA/SMK untuk mendapatkan pelatihan atau vokasi. Pelatihan ini akan menjadi modal para lulusan untuk memasuki dunia kerja. Kartu prapekerja ini juga sebagai upaya membangun kembali Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia sebagai modal bangsa ke depan. 

 

Baca juga:

Ma’ruf Amin Sudah Menang Sebelum Debat Dimulai

Buka Jalan Sehat, Ma’ruf Ajak Warga Tangsel Menangkan Jokowi-Ma’ruf

Ma’ruf Amin: Wisata Syariah, Sandiaga itu Ikut-ikutan Saya

 

Generasi milenial jadi salah satu sasaran Kartu Prakerja. Sebab, generasi milenial lah yang paling rentan dihantui kecemasan soal mendapatkan pekerjaan. Terlebih, generasi milenial jadi salah satu kantung suara terbesar dalam Pemilu 2019.

“Prakerja itu untuk meningkatkan sumber daya manusia kita saja. Sudah dilontarkan Pak Jokowi, ya tentu akan saya bawa juga dalam debat nanti,” kata Kiai Ma’ruf menjawab wartawan di kediamannya Jalan Situbondo, Menteng, Kamis (14/3/2019).

Lebih jauh Kiai Ma’ruf mengatakan, bahwa kartu prakerja akan menjadi salah satu bagian dari rencana kerja dan kebijakan Jokowi serta dirinya bila terpilih nanti.

Jokowi sendiri telah membeberkan secara detail ihwal Kartu Prakerja ini. Calon presiden inkumben ini menyebut Kartu Prakerja yang digagasnya itu bakal dibatasi kuota setiap tahunnya. Namun, ia menjamin jumlahnya bakal berskala besar yakni di atas satu juta penerima setiap tahunnya.

“Ini nanti ada jumlahnya, setahun misalnya kita hitung bisa satu juta atau dua juta, dihitung berdasarkan kemampuan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), yang jelas jutaan bukan ratusan ribu,” ujar Jokowi.

Adapun penerima kartu pra kerja ini, ujar Jokowi, antara lain  bisa berasal dari lulusan Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Kejuruan, Sekolah Menengah Atas, hingga lulusan universitas. “Yang nganggur juga bisa dapat ini untuk ditraining sehingga gampang masuk dunia kerja.”

Para pemegang kartu sakti itu nantinya akan dilatih, baik bekerjasama dengan kementerian atau lembaga, badan usaha milik negara, hingga perusahaan swasta. Pelatihan itu juga bisa dilakukan di dalam maupun di luar negeri. Di samping mendapat pelatihan, pemegang kartu juga bakal mendapat insentif honor selama pelatihan.

“Kalau training selesai dia belum dapat pekerjaan, dia mendapat insentif honor, sampai waktu tertentu bisa enam bulan,” ujar Jokowi. 

Ia mengatakan langkah tersebut diperlukan lantaran selama ini keluaran SMA dan SMK di Tanah Air kurang cocok dengan kebutuhan industri. 

Namun, Jokowi menegaskan program tersebut tidak bakal berjalan sendirian. Pemerintah juga bakal mengimbanginya dengan pembukaan lapangan kerja anyar. Sehingga nantinya keluaran pelatihan dan lapangan kerja lebih cocok. 

“Jangan lulusan bangunan tapi kebutuhannya garment, kan enggak cocok,” tandasnya.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma’ruf, Arya Sinulingga juga menjelaskan bahwa Kartu Prakerja diperuntukkan bagi kelompok masyarakat usia produktif yang sedang mencari kerja. Bukan untuk menggaji pengangguran di seluruh Indonesia.

“Itu (Kartu Prakerja)akan diimplementasikan bila Jokowi terpilih dalam periode berikutnya. 2019 dilantik, maka 2020 bisa dilaksanakan,” ujar Arya.

Ada dua syarat yang harus dipenuhi jika ingin menerima Kartu Prakerja. Pertama, kartu diperuntukkan bagi karyawan terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) yang sedang mencari pekerjaan kembali.

“Jadi, selama dia mencari pekerjaan, pemerintah menyediakan honor gaji untuk mereka selama tiga bulan sebelum mendapat pekerjaan. Lalu, akan diberikan pelatihan,” tutur Arya.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menyatakan jika cara kerja Kartu Prakerja tidak berbelit-belit dan memiliki segmentasi yang jelas, kemungkinan masyarakat bakal jatuh hati kembali dengan janji Jokowi itu. Terlebih ini bukan kali pertama Jokowi menggulirkan janji mengenai kartu.

Pada Pilpres 2014, Jokowi ‘jualan’ kartu serupa, yakni dulu Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Pangi berpendapat kartu-kartu ini cukup berperan banyak pada kemenangan Jokowi pada saat itu.

“Masyarakat kan juga merasakan betul dan mendapatkan kemudahan dalam urusan kesehatan dan pendidikan lewat KIS dan KIP yang sudah digulirkan pemerintah,” ujar dia.

Di sisi lain, Pangi menilai bahwa Jokowi tetap memanfaatkan kebiasaan politikus untuk mengobral janji pada saat tahun politik. Maka dari itu, tak ada salahnya jika saat ini pun Jokowi turut dalam melemparkan Kartu Prapekerja yang menurut Pangi belum tentu ditagih oleh masyarakat.

“Janji itu kosmetik politik. Politikus tahu betul bahwa karakteristik pemilih kita banyak yang pelupa dan pemaaf, bahkan sedikit sekali mereka yang menagih dan mencatat semua janji politis,” papar Pangi. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.