Kamis, 30 Juni 22

Karena Asap, Menteri Singapura Datangi Balthasar Kambuaya

Karena Asap, Menteri Singapura Datangi Balthasar Kambuaya

Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya (kanan) dan Menteri LH Singapura. (imar)

 
Imar
Jakarta

Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia  Balthasar Kambuaya hari ini menerima kedatangan Menteri Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Air Singapura Vivian Balakrishnan untuk membicarakan penanggulangan dampak kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Pada pertemuan tersebut kedua Menteri bersepakat untuk mencari solusi terhadap masalah kabut asap ini.

“Kami bersimpati kepada Singapura yang mengalami dampak kebakaran hutan dan lahan di Indonesia berupa kabut asap yang tidak hanya dialami oleh Singapura saja tetapi juga beberapa wilayah Indonesia. Kementerian Lingkungan Hidup telah bekerja secara intensif dengan berbagai pihak di pusat dan daerah untuk menanggulangi kebakaran hutan dengan tujuan mengurangi dampak terhadap lingkungan sesegera mungkin,”kata Balthasar di kantornya, Jakarta, Jum’at (21/6/2013).

Pemerintah Indonesia melaksanakan berbagai tindakan penanggulangan seperti yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Manggala Agni dan kelompok Masyarakat Peduli Api melalui pemadaman kebakaran lahan dan hutan di daratan serta water bombing dari udara.

Pihak Singapura memberikan apresiasi atas upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Lebih lanjut disampaikan bahwa Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia akan bertolak ke Riau untuk bergabung bersama para menteri lainnya yang sudah berangkat ke Riau dibawah koordinasi Menteri Koordinasi Kesejahteraan Rakyat.

“Ini merupakan situasi yang serius di Singapura dan pihaknya menawarkan kerjasama yang baik dengan Indonesia untuk melakukan aksi nyata bersama menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di Sumatera,”kata Vivian Balakrishnan.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah melakukan koordinasi, pemantauan serta investigasi langsung pada lokasi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau. Pemantauan langsung dilakukan oleh Deputi III MenLH Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim KLH, Ir. Arief Yuwono, MA dan Deputi V MenLH Bidang Penaatan Hukum Lingkungan KLH, Drs. Sudariyono bersama dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Riau, dan Kapolda Provinsi Riau.

Pada pertemuan tersebut dibahas mengenai langkah-langkah penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau. Selain itu, pihak KLH juga melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Provinsi Riau membahas tentang kondisi cuaca dan iklim, mobilisasi sumber daya, dan usulan hujan buatan. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Kementerian Kehutanan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Kementerian Kesehatan, dan BLH Provinsi Riau.

Berdasarkan pertemuan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menyatakan bahwa pada awal Juni s/d awal September 2013 di seluruh Provinsi Riau sudah masuk musim kemarau. Prediksi BMKG kondisi cuaca kemarin pada tanggal 20 Juni 2013 sampai seminggu ke depan masih tetap kering dengan suhu >35oC atau dalam kondisi ekstrim dengan kelembaban rendah sehingga susah terbentuk awan untuk turun hujan. Untuk itu, perlu langkah-langkah antisipatif yang lebih terpadu antar pemangku kepentingan termasuk masyarakat.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.