Selasa, 28 September 21

Karangan Bunga ‘Ahok’ Simbol Kesombongan

Karangan Bunga ‘Ahok’ Simbol Kesombongan

Jakarta, Obsessionnews.com – Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO) menilai, penyampaian aspirasi melalui papan bunga yang dilakukan oleh pendukung Ahok (Ahokers) adalah menunjukkan perilaku kesombongan. “Belakangan ini kita saksikan trend pengiriman papan bunga dengan tujuan tidak jelas manfaatnya, hal itu merupakan pemborosan,” tegas Presiden GEPRINDO, Bastian P Simanjuntak, Kamis (4/5/2017).

Menurutnya, perilaku ini tidak sesuai dengan semangat butir-butir Pancasila yang mengamanatkan kita untuk hidup hemat apalagi ditengah kondisi masih banyak saudara kita yang belum mendapatkan kesejahteraan. “GEPRINDO menilai penyampaian aspirasi melalui papan bunga merupakan bentuk kesombongan kalangan menengah keatas, seolah mereka tidak membuka mata dan tidak memiliki hati,” ungkap Bastian.

“Mereka lupa masih banyak masyarakat Kota yang pra-sejahtera, sehari hanya makan. Harga papan bunga 500 ribu rupiah hingga jutaan itu seharusnya lebih bermanfaat digunakan untuk membantu mereka yang pra-sejahtera,” tandasnya.

Ia pun menilai, para pengirim bunga seperti tidak memiliki empati atas sulitnya masyarakat pra-sejahtera mendapatkan uang 50 ribu perhari, mereka seolah ingin menunjukkan kesombongan yang terorganisir, massif dan terencana.

“Bila ingin sampaikan aspirasi harusnya melalui lembaga yang sudah ada, bisa pula melalui media massa; online, cetak, elektronik. GEPRINDO mendesak pihak berwajib menginvestigasi siapa di balik semua ini,” tuturnya.

Pihaknya meyakini ada yang menjadi inisiator penggalangan papan bunga dengan tujuan menyampaikan aspirasi. “Menurut GEPRINDO selain sombong, para pengirim papan bunga merupakan kelompok orang yang tak paham aturan negara,” tegas Bastian.

Karena itu, lanjut dia, GEPRINDO mengajak semua pihak untuk menghitung total pengeluaran untuk papan bunga serta apa manfaatnya. Belasan bahkan puluhan juta yang terbuang sia-sia itu harusnya bisa dimanfaatkan untuk hal berguna. “Uang tersebut harusnya bisa digunakan untuk korban bencana alam, kebakaran, fakir miskin, serta anak putus sekolah maupun kegiatan sosial lainnya,” bebernya.

“GEPRINDO mengimbau para pengirim bunga untuk berhenti menunjukkan kesombongan, pemborosan serta perilaku yang tidak bercermin pada semangat Pancasila dan UUD 45,” tambahnya. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.