Minggu, 17 Oktober 21

Kapten Yanto Tinggalkan Istri Hamil 6 Bulan

Kapten Yanto Tinggalkan Istri Hamil 6 Bulan
* Jenasah almarhum Kapten Yanto.

Jakarta, Obsessionnews Kabar duka menyelimuti keluarga korban Heli Kopter Bell 412 ED TNI Poso yang jatuh pada Minggu (20/3/2016). hari ini, Selasa (22/3), ratusan keluarga korban sudah mengisi Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, demi menyaksikan persemayaan para korban yang diikuti dengan isak tangis.

Kapten Yanto
Almarhum Kapten Yanto.

Keluarga almarhum Kapten CKM Yanto (Kepala Kesehatan Kodim 1307/Poso) mengaku sedih setelah mendengar korban mengalami kecelakaan Helikopter. “Kami sedih sekali ya, sebab almarhum jarang pulang, tugas terus, jadi jarang ngumpul dengan keluarga. Awalnya Kami dengar kabarnya dari istrinya menelpon saat magrib (Minggu, red) kemudian kami melihat kabar dari TV,” ungkap Ina keluarga korban kepada Obsessionnewa.com, Selasa (22/3/2016), dengan suara lirih tersendu di TMP Kalibata.

Keluarga Kapten Yanto
Keluarga almarhum Kapten Yanto.

Ina bersama keluarganya mengaku menunggu jenazah dari kemarin di TMP. “Kami keluarga dari kemarin menunggu di sini. Kami ingin korban disemayangkan di Tangerang, tapi tadi siang kemarin (21/3) ada kabar tidak dibolehkan padahal kami sudah menyediakan juga di sana. Alasannya almarhum Yanto meninggal sedang tugas, jadi harus disemayangkan di sini,” tuturnya.

Yanto anak dari Sutario dan Aiba. Yanto gugur di usia 39 tahun dan April 2016 depan akan masuk umur 40 tahun. Yanto Kelahiran Kampung Sumur, Desa Wana Kerta, Kabupaten Sindang Jaya, Tangerang. Yanto baru saja menikah delapan bulan yang lalu (8/2015). Dikabarkan juga Istri almarhum Yanto sedang mengandung enam bulan. “Istrinya sedang mengandung enam bulan, menikah 8 bulan yang lalu. Istrinya dari kemarin pinsan-pinsan, sekarang masih di Rumah sakit Halim,” curhatnya.

Yanto lulusan salah satu kedokteran universitas di Lampung, kurang lebih satu tahun lalu (2015) Yanto menyelesaikan profesi ahli bedah tulang di Universitas Indonesia (UI). Yanto anak kedua dari enam bersaudara.

“Setelah nikah Yanto langsung dikirm tugas di Poso. Selama menikah Yanto baru sekali ketemu dengan istrinya. Direncanakan Yanto akan bebas tugas April 2016 depan,” pungkasnya.

Berikut nama-nama 13 korban meninggal akibat Heli KopterBell 412 ED buatan Amerika Serikat hasil pengadaan tahun 2012 yang jatuh di Poso:

1. Kolonel Infanteri Saiful Anwar (Komandan Korem 132/Tadulako)
2. Letnan Kolonel CPM Teddy S Prapat (Komandan POM Palu)
3. Kolonel Ontang (Badan Intelijen Negara)
4. Kolonel Heri Setiaji (Badan Intelijen Strategis)
5. Kapten CKM Yanto (Kepala Kesehatan Kodim 1307/Poso)
6. Mayor Infanteri Faqih Rasyid (Kepala Penerangan Korem 132/Tadulako, Sulteng)
7. Prajurit Dua Kiki (Ajudan Danrem)
8. Kapten Penerbang Agung (Kru Penerbang TNI AD)
9. Letnan Satu Penerbang Wirahadi (Kru Penerbang TNI AD)
10. Letnan Dua Tito (Kru Penerbang TNI AD)
11. Sersan Satu Bagus (Kru Penerbang TNI AD)
12. Sersan Dua Karmin (Kru Penerbang TNI AD)
13. Prajurit Satu Bangkit (Kru Penerbang TNI AD)

(Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.