Senin, 28 September 20

Kapolri: Parmusi adalah Pendiri Bangsa Indonesia

Kapolri: Parmusi adalah Pendiri Bangsa Indonesia
* Kapolri Jenderal Tito Karnavian tengah memberikan materi kebangsaan di acara Jambore Dai Parmusi. (Foto: Albar / Obsession Media Group)

Cibodas, Obsessionnews.com – Kapolri Jenderal Tito Karnavian hadir di acara pembukaan Jambore Nasional Dai Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cibodas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (25/9/2018). Dalam kesempatan tersebut Tito memberikan materi kebangsaan kepada 5.000 dai untuk memperkuat rasa nasionalisme.

Di awal pidatonya Tito sempat menyatakan tentang peran ormas Islam yang begitu kuat dalam membangun bangsa ini. Parmusi, kata dia, menjadi salah satu ormas Islam yang juga punya andil besar mendirikan bangsa ini. Karena kelahiran Parmusi diinisasi oleh para pejuang-pejuang kemerdekaan. Dengan begitu, wajar jika Tito menilai keberadaan Parmusi sangat dibutuhkan bangsa ini.

“Kalau dilihat dari akar genealoginya atau urutan awalnya Parmusi masuk salah satu pendiri bangsa ini. Karena banyak tokoh pergerakan kemerdekaan yang turut andil dalam cikal bakal pendirian Parmusi,” ujar Tito di Cibodas, Selasa.

Setelah berapa tahun kemudian, Tito salut Parmusi sekarang sudah tumbuh menjadi organisasi besar yang anggotanya sudah terbentuk di seluruh wilayah Indonesia. Menurutnya, ini adalah capaian bagus untuk terus ditingkatkan dan diperbesar, agar keberadaan Parmusi selalu bisa dirasakan manfaatnya di masyarakat.

“Tugas para dai dan kader Parmusi sekarang adalah melanjutkan perjuangan dakwah para pendirinya menyajikan Islam yang sejuk dan penuh damai. Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” ucap Tito.

Tito juga menyampaikan bahwa Indonesia begitu kaya dengan keanekaragaman suku dan budayanya. Kekayaan itu kata dia menjadi modal kuat bagi bangsa Indonesia ini menuju bangsa yang kuat. Namun, cita-cita itu tidak akan terwujud tanpa ada dukungan dan semangat rasa cinta air dari seluruh rakyat Indonesia. “Dai Parmusi punya tugas membentengi moral masyarakat dengan akhlakul karimah,” jelasnya.

Tito berpesan kepada para dai agar bisa menjaga keberagaman yang dimiliki bangsa ini. Islam sebagai agama mayoritas harus bisa mengayomi kelompok minoritas. Tito tidak ingin Indonesia bernasib sama dengan negara-negara Islam timur tengah seperti Suriah, Irak, dan lain-lain.

“Saya bersyukur 73 tahun merdeka, Indonesia masih utuh sebagai negara bangsa. Karena itu keberagaman itu harus kita rawat bersama,” tandasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.