Jumat, 22 Oktober 21

Kapolri Maunya BW dan AS Disidang di Pengadilan

Kapolri Maunya BW dan AS Disidang di Pengadilan
* Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti.

Jakarta, Obsessionnews – ‎Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti masih berharap penanganan kasus yang menimpa dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dan Bambang Widjojanto diselesaikan melalui jalur pengadilan, bukan dihentikan.

Deponering atau penghentian perkara dua pimpinan ‎KPK oleh Jaksa Agung dianggap meremehkan kinerja Polisi. Padahal untuk mengatahui, salah atau tidaknya seseorang harus dibuktikan melalui jalur pengadilan.

“Karena ini proses peradilan, seseorang harusnya sampai ke pengadilan supaya dia itu bisa diputus bersalah atau tidak,” ujar Badrodin, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (4/3/2016).

Tidak hanya meremehkan kinerja Polisi, penghentian perkara juga bisa membuat pihak korban kecewa. Padahal mereka menuntut adanya kepastian hukum, dalam penyelesaian kasus ini.

“Kalau tidak sampai ke sana kan kepastian hukum, keadilan tidak terpenuhi. Itu dari perspektif penyidik,” kata Badrodin.

Sementara itu, Jaksa Agung HM Prasetyo beralasan bahwa deponir dilakukan semata untuk kepentingan umum. Namun, Badrodin mempertanyakan hal tersebut. Ia merasa keputusan itu tidak adil secara hukum.

“Jaksa Agung harus jelaskan kepentingan publik apa? Apakah kalau AS dan BW diproses maka pemberantasan korupsi akan dihentikan?” kata dia.

Badrodin mengungkapkan, penyelesaian kasus dua pimpinan KPK sudah sesuai prosedur. Berkas perkara juga sudah dinyatakan P21 atau lengkap. Ia heran mengapa, Jaksa Agung kemudian mengembalikan berkas perkaranya.

“Berarti jaksa penuntut umum sepakat dengan polri bahwa ada tindak pidana dan ada pelakunya,” kata Badrodin‎. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.