Jumat, 22 Oktober 21

Kapolri Dipilih Bukan Karena “Koncoisme”

Kapolri Dipilih Bukan Karena “Koncoisme”

Magelang – Pencalonan seseorang menjadi Kapolri harus sesuai peraturan, bukan karena faktor kedekatan atau “koncoisme” dengan pihak tertentu yang berkuasa. Komjen Polisi Budi Gunawan (BG) disebut-sebut memiliki hubungan dekat Megawati Soekarnoputri. Lantaran, pernah menjadi ajudan Mega saat menjadi Presiden RI.

Demikian disampaikan oleh Sri Dayati, Dekan Fisipol Universitas Tidar (Untidar) Magelang, Jawa Tengah, kepada obsessionnews.com, Kamis (29/1).

“Boleh saja orang berpendapat tentang potong satu generasi di Polri. Menurut saya kembali pada peraturan yang sudah ada, bahwa menjadi Kapolri syaratnya seperti apa, bukan karena faktor kedekatan dengan penguasa. Jika pencalonan Kapolri karena faktor kedekatan, itu sudah jelas memuat kepentingan pribadi. Kasus BG sebenarnya sudah ada sejak lama, dan menjadi ramai ketika diajukan menjadi calon Kapolri,” kata Sri .

Sri mendesak seharusnya Polri bersifat netral, tidak boleh bermain politik praktis. Jika bermain politik praktis tentunya ada motivasi tertentu, misalnya diajukan menjadi Kapolri karena ada dukungan di belakangnya.

“Anggota TNI dan Polri harus netral. Anggota TNI dan Polri aktif tidak boleh terjun ke dalam politik praktis. Intinya politik itu kan untuk mendapatkan kekuasaan, menggunakan kekuasaan, dan mempertahankan kekuasaan. Sehingga hampir semua hal-hal yang berkaitan dengan tokoh politik atau partai politik itu mengacu pada kepentingan individu,” pungkas Sri. (Anissa Nurul Kurniasari)

Related posts