Sabtu, 16 Oktober 21

Copot Kapolres Bima Kota

Copot Kapolres Bima Kota

Bima, Obsessionnews – Aliansi Peduli Integritas (API) Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar aksi demo di Polres Bima Kota, Kamis (26/2). Massa mendesak Kapolres Bima Kota AKBP Andri Syahril SIK dicopot dari jabatannya.

API menilai keberadaan Andri Syahril di Bima tidak sesui dengan kultur dan budaya orang Bima. Mereka juga menilai kenerja Kapolres itu lamban dalam menangani sejumlah kasus.

Aliansi Peduli Integritas (API) Bima berunjuk rasa menuntut Kapolres Bima Kota dicopot
Aliansi Peduli Integritas (API) Bima berunjuk rasa menuntut Kapolres Bima Kota dicopot

Aksi juga dilakukan melalui tulisan dalam pamflet. Massa meminta Kapolda NTB menarik perwira yang baru menggantikan AKBP Benny Basyir Warmansyah SIK itu.

Ketua API Bima Sudirman mengatakan, ada sejumlah kasus yang dilaporkan pihaknya tapi tak kunjung ditindaklanjuti Kapolres. Seperti kasus dugaan korupsi penimbunan laut di wilayah Ama Hami, kasus dugaan korupsi sampan fiberglass, pemalsuan silsilah keturunan Raja Bima, dan lain-lain.

‘’Kasus yang kita laporkan ini belum diketahui bagaiman  nasibnya. Mungkin sudah dijadikan anjungan tunai mandiri (ATM) oleh Kapolres,’’ kata Sudirman.

Dia menambahkan, jika kasus pidana yang dilakukan orang miskin, pasti prosesnya hukumnya cepat. Sedangkan giliran kasus pidana yang menimpa orang kaya, pasti prosesnya lamban. ‘’Jangan perlakukan hukum untuk jual beli di Bima. Lebih baik Kapolres hengkang dari sini,’’ ujarnya..

Menurut dia, hukum di negara ini masih tajam ke bawah dan tumpul apabila ke atas. Ironisnya, diamana-mana harus bayar dengan uang.

‘’Kami meminta Kapolres Bima Kota angkat kaki dan angkat koper dari Bima. Kami tidak membutuhkan pelayanan yang lamban seperti Anda,’’ katanya.

Sudirman mengkritik sikap Kapolres Bima Kota yang tidak sesuai dengan moto Kota Bima sebagai daerah yang berteman. “Bayangkan saja, setiap kali API ingin melakukan klarifikasi terkait penanganan kasus, dia selalu menghindar,” katanya.

API akan melanjutkan aksi unjuk rasa ke Polda NTB dengan tuntutan sama, yakni Kapolres Bima Kota hengkang dari Bima.

Sementara itu Kabag Ops Polres Bima Kota, Kompol Moendra, menanggapi aksi unjuk rasa itu dengan tenang. Dia mengizinkan masyarakat mengemukakan pendapat di muka umum, tetapi harus menjaga etika dan tidak melakukan perbuatan yang anarkis.

‘’Permintaan teman-teman tidak bisa saya jawab, karena itu menyangkut kebijakan orang-orang di atas. Saya hanya bisa mengawal teman-teman,’’ katanya. (Yuli)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.