Senin, 9 Desember 19

Kapok Ditahan, Ratna Tak Mau Lagi Kritik Pemerintah

Kapok Ditahan, Ratna Tak Mau Lagi Kritik Pemerintah
* Ratna Sarumpaet. (Foto: Tribunnews)

Jakarta, Obsessionnews.com – Belajar dari pengalaman menghadapi kasus berita bohong atau hoax, Ratna Sarumpaet mengaku tidak akan lagi mengkritik pemerintah. Ia merasa kapok menjadi tahanan di Rutan Polda Metro Jaya.

Hal tersebut dikatakan Ratna usai ditanya apakah dia akan tetap mengkritik pemerintah, jika Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan tidak ada kecurangan yang membuat pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Maruf Amin memenangkan Pilpres 2019.

Sambil tertawa, Ratna mengaku lebih baik mengurus cucu daripada mengkritik pemerintah. Menurutnya, mengkritik pemerintah di era pemerintah sekarang berat. Ia takut dipersoalkan lagi.

“Enggak, aku mau istirahat saja, mau ngurus cucu, nanti aku dijewer lagi, ditaro lagi di tahanan, enggaklah, kapok,” ujar Ratna di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (21/6/2019).

Ratna dikenal sebagai aktivis sekaligus seniman yang kerap memberikan kritiknya terhadap pemerintahan. Bahkan jauh pada saat Orde Baru. Namun, saat ini dia tengah menjalani masa tahanan di Rutan Polda Metro Jaya akibat kasus dugaan berita bohong atau hoax.

Selama menjadi tahanan di Polda Metro Jaya, Ratna mengaku tidak hanya meratapi nasib. Namun ia produktif membuat Buku. Buku tersebut, kata dia, berisikan soal penegakan hukum di Indonesia yang dialaminya.

“Sudah mau selesai. Insya Allah saya bebas deh, Tuhan kasih jalan ya, kalau itu terjadi langsung diluncurkan, atau kalau saya tetap ditahan, ya anak-anak yang meluncurkan,” katanya

Dalam kasusnya, Ratna dituntut enam tahun penjara. Dia dianggap memenuhi unsur menyebarkan hoax yang mengakibatkan keonaran seperti diatur dalam Pasal 14 ayat (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana.

Jaksa juga menilai, Ratna tidak memenuhi unsur pasal 44 KUHP terkait penyakit kejiwaannya. Bahkan, permintaan maaf Ratna dinilai tidak dapat menghapus tindakan pidananya.

Berita bohong pemukulan Ratna bermula pada September 2018. Ketika itu, sejumlah politikus mengabarkan Ratna Sarumpaet dipukul sekelompok orang di Bandung. Foto-foto Ratna lebam beredar di media sosial.

Namun, Ratna akhirnya mengaku luka lebam itu bukan disebabkan karena pemukulan melainkan operasi kecantikan. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.