Sabtu, 28 Mei 22

Kapal Asing Pencuri Ikan di Laut Halmahera Ditangkap

Kapal Asing Pencuri Ikan di Laut Halmahera Ditangkap
* Susi Pudjiastuti.

Jakarta – Pada hari Jumat – Sabtu (18 – 19 Desember 2015), KP Baladewa-8002 milik Pol Air Baharkam Polri telah melakukan penangkapan terhadap kapal penangkap ikan asing, yang sedang melakukan penangkapan ikan secara ilegal di Laut Halmahera Mauluku Utara.

Diketahui, nakhoda kapal tersebut bernama Racel John, warga Negara Filipina, beralamat di Saragani, Filipine. Jumlah ABK sebanyak 25 orang, seluruhnya berkewarganegaraan Filipina. menyikapi hal ini, Kamis (24/12), Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti selaku Komandan Satgas 115 menyatakan akan menyampaikan nota protes kepada Pemerintah Filipina.

Kronologis penangkapan KMN Tuna Mandiri 02
– Pada hari Jumat tanggal 18 Desember 2015 sekitar pukul 23.00 WIT, KP Baladewa-8002 milik Pol Air Baharkam Polri melakukan patroli di perairan Laut Halmahera dan mendeteksi sebuah kapal yang sedang melakukan penangkapan ikan pada koordinat 01° 47’ 891’’ U -128° 47’ 651’’ T.

– Selanjutya, KP Baladewa-8002 melakukan pengejaran dan penghentian terhadap kapal tersebut pada koordinat 01° 49’ 453’’ U – 129° 02’ 871’’ T; 

Berdasarkan hasil pemeriksaan setempat diketahui bahwa :
– Kapal tersebut bernama KMN Tuna Mandiri 02, berbendera Indoneasia, ukuran 29 GT;
– Nakhoda atas nama Racel John, warga Negara Philipina, beralamat di Saragani, Philipine;
– Jumlah ABK sebanyak 25 orang, seluruhnya berkewarganegaraan Philipina;

Adapun Barang Bukti yang telah disita adalah: Kapal bernama KMN Tuna Mandiri 02; Ikan jenis Tuna besar sebanyak ±100 ekor; Ikan jenis Tuna sedang sebanyak ±200 ekor; Perahu Ketinting 24 unit; Alat pancing sebanyak ± 48 buah; GPS 1 unit; Radio 2 unit.

Sedangkan dugaan pelanggaran ialah: melakukan penangkapan ikan tanpa memiliki dokumen yang sah serta ABK kapal tersebut adalah pekerja asing atau warga negara asing yang masuk wilayah Indonesia. Oleh karea itu dapat dipidana karena melanggar Pasal 92 UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sub Pasal 93 ayat (1) dan ayat (3) Jo Pasal 98 dan Pasal 69 ayat (4) UU No. 45 tahun 2009 tentang Perubahan atas UU 31 tahun 2009 tentang Perikanan.

Saat ini kapal KMN Tuna Mandiri 02 tersebut berada di Ternate Maluku Utara untuk proses lebih lanjut dan telah diterbitkan Laporan Polisi No. LP/357/XII/2015/DIT Polair tertanggal 21 Desember 2015.

Kronologis Penangkapan KM Johnny II
– Pada hari Sabtu tanggal 19 Desember 2015 sekitar pukul 06.00 WIT, KP Baladewa-8002 milik Pol Air Baharkam Polri melakukan patroli di perairan Laut Halmahera dan mendeteksi sebuah kapal pada koordinat 02° 38’ 123’’ U -128° 47’ 751’’ T, yang sedang melakukan penagkapan ikan.

– Selanjutya, KP Baladewa-8002 melakukan pengejaran dan penghentian terhadap kapal tersebut pada koordinat 02° 59’ 845’’ U

-128° 52’ 145’’ T (Perairan Laut Halmahera).

– Berdasarkan pemeriksaan setempat, diketahui bahwa:
Kapal tersebut bernama KM Johnny II, berbendera Indonesia, ukuran 15 GT; Nakhoda kapal atas nama Remegio Gansa, Warga Negara Philipina, beralamat di Sanjuan Selway, Philipine; Jumlah ABK sebanyak 12 orang, seluruhnya berkewarganegaraan Philipina.

Barang bukti yang telah disita adalah: Kapal bernama KM Johnny II; Ikan tuna sebanyak ± 25 ekor; Perahu ketinting 9 unit; Alat pancing sebanyak ± 11 buah; GPS 1 unit; Radio 1 unit.

Dugaan pelanggaran ilah: melakukan penangkapan ikan tanpa memiliki dokumen yang sah serta ABK kapal tersebut adalah pekerja asing atau warga negara asing yang masuk wilayah Indonesia. Oleh karena itu dapat dipidana karena melanggar Pasal 92 UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sub Pasal 93 ayat (1) dan ayat (3) Jo Pasal 98 dan Pasal 69 ayat (4) UU No. 45 tahun 2009 tentang Perubahan atas UU 31 tahun 2009 tentang Perikanan.

Saat ini, KM Johnny II berada di Ternate Maluku Utara untuk proses lebih lanjut dan telah diterbitkan Laporan Polisi No. LP/358/XII/2015/DIT Polair tertanggal 21 Desember 2015.

Modus yang digunakan
Berdasarkan hasil pemeriksaan, modus yang dilakukan mereka adalah membeli kapal-kapal dari Indonesia dan kemudian melakukan penangkapan ikan di Wilayah Pengelolaan Perikananan (WPP) Indonesia), mengunakan ABK berkewarganegaraan Philipina. Ikan hasil tangkapan kemudian dialihmuatkan (trashipment) dengan kapal angkut Philipina yang menunggu di perbatasan.

Modus tersebut di atas diduga kuat seringkali dilakukan oleh kelompok kejahatan yang terorganisis dan ini merupakan cara kerja mafia dalam melakukan aksi pencurian ikan di WPP Indonesia. Satgas 115 tidak akan berhenti pada penindakan terhadap 2 Nahkoda kapal tersebut, tetapi juga akan mengejar otak atau pelaku intelektual dari kejahatan ini.

“Saya selaku Kepala Pelaksana Harian Satgas 115 menyampaikan terima kasih kepada Polisi Air Baharkam Polri yang tergabung dalam Satgas 115 dan lebih khusus lagi kepada Nahkoda dan Crew KP Baladewa – 8002 atas keberhasilannya menangkap dua kapal ikan asing itu. Penangkapan ini manandai dan merupakan langkah tegas Satgas 115 dalam melakukan operasi pemberantasan penangkapan ikan secara illegal, yang dilaksanakan tanpa pandang bulu,” tegas Menteri Susi.

Saat ini, penyidik Pol Air Baharkam Polri sedang melakukan penyidikan terhadap 2 kapal tersebut. Terhadap barang bukti kapal, akan ditenggelamkan di tahap penyidikan sesuai dengan Pasal 76A UU Perikanan juncto Suran Edaran Mahkamah Agung No. 1 Tahun 2005 tentang Barang Bukti Kapal Dalam Perkara Pidana Perikanan.

Pasal 76A UU Perikanan menyebutkan “Benda dan/atau alat yang digunakan dalam dan/atau yang dihasilkan dari tindak pidana perikanan dapat dirampas untuk negara atau dimusnahkan setelah mendapat persetujuan ketua pengadilan negeri”.

Sedangkan barang bukti ikan akan segera dilelang sesuai dengan Pasal 45 KUHAP juncto Pasal 73A UU Perikanan juncto Surat Edaran Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan NOMOR SE-1/KN/2015 tentang Percepatan Pelayanan Lelang Ikan Hasil Tindak Pidana Perikanan. (Ali)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.