Minggu, 4 Desember 22

Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta Berpartisipasi dalam DJKI Mengajar

Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta Berpartisipasi dalam DJKI Mengajar
* Kakanwil Kemenkumham DKI Jakarta, Ibnu Chuldun Menyerahkan Pencatatan Inventarisir Kekayaan Intelektual Komunal Kepada Dinas Kebudayaan Pemprov DKI dan Lembaga Kebudayaan Betawi. (Foto: Humas Kemenkumham DKI)

Obsessionnews.com – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) DKI Jakarta ikut serta mendukung program Menteri Hukum dan HAM melalui Direktorat Jenderal
Kekayaan Intelektual (DJKI) tentang DJKI Mengajar, Rabu (28/9/2022), di Royal Kuningan Jakarta.

DJKI Mengajar ini dibuka oleh Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna H. Laoly secara serentak di 33 Provinsi seluruh Indonesia, dari Makasaar, Sulawesi Selatan secara Virtual.

DJKI Mengajar ini merupakan upaya Kemenkumham dalam memberikan pemahaman tentang Kekayaan Intelektual (KI) sejak dini kepada anak usia Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh Indonesia.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham DKI Jakarta, Ibnu Chuldun, mengatakan Indonesia memiliki aneka ragam etnik atau suku bangsa, budaya, kekayaan di bidang seni dan sastra, serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Kekayaan tersebut merupakan potensi yang harus terus mendapatkan perlindungan hukum yang bernama Hak Kekayaan Intelektual.

“Kekayaan Intelektual yang besar ini dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan di bidang ilmu pengetahuan, perdagangan, dan investasi,” ujarnya.

Ibnu menuturkan, pengenalan tentang Kekayaan Intelektual sejak dini merupakan tanggung jawab pihaknya. Dimana kesadaran untuk menghargai karya orang lain harus terus dipupuk dan dikembangkan sehingga akan menciptakan generasi yang tangguh dan mampu menciptakan inovasi baru.

Saat ini Indonesia berada dalam era ekonomi kreatif, ekonomi berkembang berdasarkan kreativitas dan inovasi. Industri kreatif tersebut bersumber dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu, atau industri yang dihasilkan dari kemampuan sumber daya manusianya.

“Apabila kita berbicara tentang inovasi dan kreativitas, tentu saja hal ini sangat terkait erat dengan sistem Kekayaan Intelektual yang ada,” tutur Ibnu.

Lebih lanjut, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta, Ronald Lumbuun, juga mengungkapkan, saat ini Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta telah menyiapkan 10 orang Guru KI (RuKI) untuk Mengajar yang siap terjun langsung memberikan pemahaman tentang Kekayaan Intelektual di sekolah yang telah ditunjuk.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan Pencatatan Inventarisir Kekayaan Intelektual Komunal Kepada Dinas Kebudayaan Pemprov DKI dan Lembaga Kebudayaan Betawi.

DKI Jakarta sebagai kota metropolitan memiliki Kekayaan Intelektual komunal yang lumayan banyak, yaitu di antaranya Lenong Betawi, Asinan Betawi, Es Selendang Mayang, Kerak Telor, Kue Rangi, Kesenian Ondel-Ondel, Tanjidor, Bubur Ase, Palang Pintu, Bir Pletok dan Sayur Sambal Betawi.

“11 Kekayaan Inteletual Komunal ini telah tercatat di DJKI. Pencatatan KI Komunal ini merupakan sebuah aset berharga yang dapat memajukan perekonomian Jakarta, sekaligus sebagai langkah besar membantu memulihkan ekonomi nasional dengan terus mengkampanyekan pentingnya perlindungan Kekayaan Intelektual,” pungkas Ronald.

Pada kegiatan ini hadir juga Marcell Siahaan selaku Komisioner LMKN Bidang Hak Terkait yang menjelaskan pentingnya Kekayaan Intelektual bagi para anak SD dan SMP, di Royal Kuningan Jakarta.

Kemudian turut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Pemda Provinsi DKI
Jakarta Iwan Henry Wardhana, Ketua Lembaga Adat Betawi. Para Pendamping dan Guru dari SMP Santa Ursula Jakarta, SDK 6 Penabur Jakarta, SMP 11 Jakarta Selatan, SMP 285 Kepulauan Seribu, SDN Grogol 5 Petamburan Jakarta barat, SDN Wijaya Kusuma 5 Jakarta Barat, SDN Guntur 03 Pagi Jakarta Selatan, serta Para Siswa dan Siswi SMP dan SD peserta DJKI Mengajar. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.