Jumat, 7 Oktober 22

Kantor Kedubes Arab Didemo, Arus Lalin Tersendat

Kantor Kedubes Arab Didemo, Arus Lalin Tersendat

Jakarta, Obsessionnews – Puluhan pengunjuk rasa yang merupakan para vendor dari berbagai perusahaan menduduki kantor kedutaan besar Arab Saudi di Jalan HR Rasuna Said, Kunungan, Jakarta Selatan. Pengunjuk rasa menuntut kedutaan melunasi nilai kontrak proyek Renovasi yang mereka sudah kerjakan.

“Kita kesini untuk tuntut hak kami, itu nilainya tidak sedikit, itu menyangkut masa depan kami semua,” teriak Sabar, salah seorang pengunjuk rasa dari PT Paket Sistem Indonesia di lokasi, Rabu (7/10/2015).

Proyek renovasi kantor kedutaan Arab Saudi berlangsung sejak 2014, namun hingga rampung nilai kontrak yang dijanjikan yakni sebesar 1,670,000 USD belum dibayarkan semunya. Kedutaan melalui PT Nexevi baru menyetor 15 persen sedangkan 85 persen sisanya belum ada kejelasan.

“Kami kesal karena kedutaan ini berada di negara NKRI, kami sangat tertitpu dan kami akan lakukan segala hal untuk bisa pihak kedutaan bayar kami,” lanjut Sabar.

Sabar menceritakan mulanya pihak kedutaan membuka tender proyek renonasi gedung sejak bulan Mei 2014, PT Nexevi pimpinan Kosmin yang ditunjuk ketika itu, mensubkontrakkan kepada 9 perusahaan. Selain PT Paket Sistem Indonesia, perusahaan lain yang ikut terlibat diantaranya PT PSI dan PT Eldante.

“Kami akan menempuh jalur demo dan juga jalur hukum. Kami sudah melapor ke Mabes, justru karena tidak ada itikad baik makanya kami demo ini,” tegas dia.

Unjukrasa yang dilakukan ini bukan kali pertama. Pada Senin awal pekan lalu, massa telah mendatangi gedung Kedubes Arab dengan tuntutan yang sama. Mereka minta pihak kedutaan dan Kosmis, pengusaha asal Inggris itu bertanggungjawab dan segera melunasi beban nilai proyek sesuai dengan isi perjanjian.

Masa terpaksa turun ke jalan karena khawatir bila tidak segera dibayarkan maka perusahaan tempat mereka bekerja bisa terancam gulung tikar. “Itu bukan tidak mungkin terjadi. Dengan situasi sulit seperti ini, makanya kami minta perhatikan nasib kami. Apa dia mau biarkan hidup kami terlantar,” papar Sabar.

Akibat adanya unjurasa ini, arus lalu lintas di kawasan tersebut tersendat, khususnya dari jalur Kuningan menuju kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Hingga saat ini demo masih berlangsung dengan dijaga puluhan aparat kepolisian dari Polsek setempat. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.