Sabtu, 4 Desember 21

Kanker Paru-paru, Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Kanker Paru-paru, Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya
* Ilustrasi pasien penyakit paru-paru. (Foto: dok. Sequis)

Merujuk data Global Burden of Cancer Study (GLOBOCAN) tahun 2018, disebutkan sekitar 26.069 orang di Indonesia meninggal karena kanker paru-paru setiap tahunnya, dengan 30.023 kasus baru. Angka ini tertinggi di Asia Tenggara dengan persentase angka kematian karena kanker paru-paru di Indonesia mencapai 19,3% dibanding total kematian dari seluruh kanker lainnya

 

Kasum menuturkan, pasien kanker paru-paru stadium 4 rata-rata dilaporkan meninggal dunia dalam jangka waktu kurang dari 6 bulan karena faktor infeksi. Oleh sebab itu jika terdapat gejala yang mengarah ke kanker paru-paru haruslah segera diobati. Pasien yang mengidap stadium 4 memiliki angka progresifitas (stadium lanjut) yang cepat.

 

Dia mengajak masyarakat ikut terlibat aktif menurunkan prevalensi kanker paru-paru dengan meningkatkan literasi kesehatan soal kanker, khususnya kanker paru-paru. Mulai dari mengetahui gejala walaupun tidak semua kanker menunjukkan gejala dini, tahapan penyembuhan, hingga cara kita memperlakukan pasien kanker demi membantu proses penyembuhannya. Memperlakukan pasien untuk membantu proses pengobatan tentunya akan melibatkan keluarga. Apa saja yang menjadi keluhan mereka adalah catatan penting untuk mengetahui kemajuan atau kemunduran kesehatan pasien.

 

Kasum menyarankan agar keluarga memastikan suplai oksigen pasien dengan cara memantau tanda vital pernapasan, tensi, suhu, nadi, dan saturasi oksigen. Jika terlihat perubahan yang menurun maka segera konsultasikan ke dokter agar dokter dapat menentukan apakah pasien perlu mendapat perawatan intensif di rumah sakit atau tidak.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.